ANTERONESIA.ID GORUT – Sebanyak 48 hektar lahan sawah milik masyarakat Desa Dulukapa, Kecamatan Sumalata Timur, Kabupaten Gorontalo Utara, telah tidak produktif selama lima tahun terakhir. Kondisi ini menyebabkan kerugian yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Kepala Desa Dulukapa, Irwan Moilo, menyampaikan hal ini kepada Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dapil Gorontalo Utara, Ridwan Monoarfa, saat kunjungan reses di wilayah Kecamatan Sumalata Timur belum lama ini.
“Ada 48 hektar sawah milik masyarakat Dulukapa yang sudah tidak lagi produktif. Kendala utamanya adalah sumber air. Pemerintah Desa telah berupaya mencari solusi, termasuk pembangunan saluran irigasi, tetapi hingga saat ini masalah tersebut belum teratasi,” ujar Irwan.
Irwan menambahkan, kondisi tersebut telah memengaruhi perekonomian masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Menurutnya, diperlukan perhatian serius dari pemerintah daerah dan provinsi untuk menangani persoalan tersebut.
Ia meminta pemerintah untuk segera mencarikan solusi, baik dengan membangun infrastruktur irigasi yang lebih memadai maupun dengan memanfaatkan teknologi modern untuk meningkatkan produktivitas pertanian di daerah tersebut.
Sementara itu, Ridwan Monoarfa dalam kesempatan tersebut menyatakan akan membawa aspirasi masyarakat Dulukapa ke tingkat provinsi. Ia akan mengawal persoalan ini agar dapat menjadi prioritas dalam program pembangunan daerah.
“Kami akan berupaya agar permasalahan ini bisa mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah provinsi. Semoga ke depan, lahan pertanian di Desa Dulukapa bisa kembali produktif,” kata Ridwan.
Masyarakat berharap langkah konkret segera dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini, sehingga perekonomian mereka dapat pulih dan ketahanan pangan tetap terjaga. (Ps)











