
AnteroNesia.id, GORUT – Kalau ponsel smartphone saja selalu mengupgrade sistem, masa politisi tidak. Emang sih masih banyak politisi yang gunakan sistem politik pola lama, akan tetapi perlunya kemajuan dimasa keemasan dan itu ada pada para pemuda milenial serta Generasi Z atau yang sering disebut Gen Z.
Sekarang ini sistem perpolitikan menuntut para politisi menggunakan sistem terupdate yaitu menuju Indonesia Emas 2045. Nah, terkait hal itu, generasi milenial dan Gen Z sebagai pilar kekuatan bangsa, yang memiliki potensi besar untuk membentuk arah dan masa depan politik negara.
Tentu keterlibatan kaum muda dalam kegiatan politik bukan sekadar ikut-ikutan tren, mencari eksistensi maupun elektabilitas. Melainkan memberikan satu langkah penting untuk kontribusi positif dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan masyarakat, wabil khusus di bumi Gorontalo Utara.
Perpolitikan negara saat ini, sudah update. Dan para pemuda yang bisa menjawab tantangan itu, membawa perspektif serta aspirasi “unik” yang mungkin tidak terwakili secara memadai.
Terlebih dalam menyongsong masa inflasi global yang tidak bisa hanya menggunakan logika palacio, guna mewujudkan Gorut yang berkompeten serta siap berdaya saing dimasa new era kini.
Politisi muda kerap memiliki keteguhan kuat dan keyakinan teguh dalam keterlibatannya. Sebagai bentuk kesiapan mewakili kalangan Gen Z dan Milenial dalam panggung politik Gorontalo Utara, sebagai kepastian mereka turut hadir mengekspresikan ide, gagasan dan pandangan dalam membangun serta menciptakan solusi yang relevan dengan konteks zaman.
Pemuda sendiri miliki kekuatan, harapan, optimisme dan masa depan yang bisa kita rubah sesuai prinsip yang diyakini benar. Kita membawa semangat inovasi, pandangan segar, dan keberanian menggugat status quo.
Melalui keterlibatan aktif ini, kita dapat membantu membangun kebijakan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan generasi muda dalam istilah kata yang tua berpengalaman yang muda lebih berpotensi.
Penulis: Indra Rohandi Parinding, S. Farm








