Anteronesia.id, Gorontalo Utara– lapangan sepak bola di Desa Molantadu, Kabupaten Gorontalo Utara, terbengkalai meski telah menyerap anggaran Dana Desa hingga Rp 796 juta dalam kurun tiga tahun. Proyek yang dimulai sejak 2023 itu bahkan masih membutuhkan tambahan dana sekitar Rp 200-300 juta untuk dapat diselesaikan 100 persen.
Sekretaris Desa (Sekdes) Molantadu, Nova Imran, menjelaskan rincian anggaran yang telah dikeluarkan. Pada 2023, dana Rp 315 juta digunakan untuk pembangunan badan lapangan. Tahun 2024, anggaran Rp 215 juta dialokasikan untuk pembangunan panggung. Sementara di tahun 2025, dilakukan pembangunan tanggul lapangan senilai Rp 173 juta dan pembangunan jamban seharga Rp 93 juta.
“Ukuran lapangan panjang 90 meter dan lebar 60 meter, kita masih butuh anggaran 200 sampai 300 juta untuk merampungkan pekerjaan ini” jelas Nova kepada awak media, Jum’at 9/1/2026.
Meski belum rampung, Nova menyebutkan bahwa lokasi lapangan tersebut sudah beberapa kali dimanfaatkan untuk kegiatan kepemudaan Desa Molantadu.
“Sudah berapa kali lapangan ini digunakan oleh karang taruna dan kemarin rencana kegiatan Pramuka tingkat kecamatan. Kendala fasilitas jamban yang masih dalam pengerjaan sempat menjadi halangan.” Pungkasnya.
Berdasarkan penelusuran, lapangan dengan ukuran mini standar tersebut hingga kini masih terbengkalai. Proyek ini menyisakan pertanyaan mengenai efisiensi dan efektivitas penyerapan anggaran desa yang cukup besar, terlebih dengan kebutuhan dana tambahan yang tidak kecil untuk menyelesaikannya.







