ANTERONESIA.ID | GORONTALO UTARA– RSUD dr. Zainal Umar Sidiki (ZUS) akhirnya angkat bicara terkait sorotan publik atas pelayanan kesehatan yang sempat menuai kritik. Pihak rumah sakit mengakui adanya kekurangan dalam penyampaian informasi kepada pasien saat menjalani perawatan medis.
Kepala Seksi Pelayanan Medik RSUD ZUS, dr. S. Galuh Pawestri, membenarkan adanya kelalaian komunikasi yang dilakukan oleh petugas yang bertugas pada malam kejadian.
“Ada kelalaian karena memberikan informasi yang kurang lengkap kepada pasien,” ujar Galuh saat diwawancarai, Selasa (16/6/2026).
Pernyataan tersebut sekaligus mematahkan anggapan awal publik bahwa persoalan tersebut hanya disebabkan oleh kesalahpahaman semata. Sebab, pengakuan dari pihak rumah sakit sendiri menegaskan bahwa informasi penting terkait pelayanan medis tidak tersampaikan secara utuh kepada pasien selama proses perawatan berlangsung.
Dalam standar pelayanan medis, penyampaian informasi yang jelas dan komprehensif merupakan hak mutlak pasien. Ketika informasi tersebut tidak diberikan secara lengkap, potensi munculnya kebingungan, kekecewaan, hingga hilangnya kepercayaan publik terhadap fasilitas kesehatan menjadi risiko yang sulit dihindari.
Meski menuai sorotan, RSUD ZUS memastikan bahwa persoalan antara pihak rumah sakit dan pasien telah diselesaikan secara kekeluargaan. Berdasarkan hasil pertemuan pasien dan keluarga menyatakan menerima permohonan maaf yang disampaikan oleh manajemen dan petugas terkait.
“Terkait kasus FN telah diselesaikan oleh Tim Aduan Pelayanan RSUD ZUS. Dari hasil pertemuan didapatkan bahwa masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan. Pasien dan suami juga tidak mempermasalahkan kejadian malam itu,” jelas Galuh.
Sebagai langkah evaluasi dan tindak lanjut, manajemen RSUD ZUS mengaku telah melakukan pembinaan internal terhadap petugas yang terlibat. Langkah tersebut diambil sebagai upaya preventif agar kasus serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Meski kasus ini telah berakhir dengan damai, pengakuan adanya kelalaian dalam penyampaian informasi menjadi catatan penting bagi dunia kesehatan di daerah. Kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan tidak hanya dibangun melalui tindakan medis yang profesional, tetapi juga ditopang oleh keterbukaan informasi dan komunikasi yang jujur serta transparan kepada setiap pasien.









