Ridwan Monoarfa: Kesehatan adalah Investasi Berharga, Bukan Hanya Tanggung Jawab

AnteroNesia.id, Gorontalo – Peringatan Hari Kesehatan di Provinsi Gorontalo dijadikan momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat serta memperkuat semangat gotong royong dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa.

Dalam pernyataannya, Ridwan menekankan bahwa kesehatan merupakan investasi berharga yang harus dijaga secara kolektif, bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga medis atau pemerintah. “Peringatan Hari Kesehatan seharusnya tidak hanya bersifat seremonial, melainkan juga menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan lebih utama daripada pengobatan. Kesadaran ini perlu dimulai dari diri sendiri, lalu meluas ke lingkup keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Ridwan juga mengingatkan akan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, mencukupi waktu istirahat, serta menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut memiliki dampak signifikan terhadap ketahanan kesehatan masyarakat, khususnya di daerah.

Di kesempatan yang sama, ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh tenaga kesehatan, termasuk dokter, perawat, bidan, dan petugas lapangan, yang terus berdedikasi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, terutama di wilayah terpencil.

“Kita patut berterima kasih atas pengabdian mereka yang tak kenal lelah, terlebih selama masa pandemi dan dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan di daerah,” imbuhnya.

Selain itu, Ridwan menekankan perlunya pemerataan layanan kesehatan agar setiap warga dapat memperoleh akses yang adil dan tanpa diskriminasi.

“Kesehatan adalah hak dasar setiap orang. Pemerintah daerah bersama DPRD berkomitmen memperkuat kebijakan dan program yang pro-rakyat, termasuk penanganan stunting dan peningkatan fasilitas kesehatan,” tegasnya.

Ridwan mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk menjadikan Hari Kesehatan sebagai sarana refleksi pascapandemi, guna mempersiapkan diri menghadapi ancaman kesehatan di masa depan melalui kolaborasi lintas sektor.

“Mari kita bangun semangat bersama untuk hidup lebih sehat, peduli, dan tangguh dalam menjawab tantangan zaman,” pungkasnya.

Bagikan:   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *