AnteroNesia.id, GORUT – Kurang lebih sepekan menjelang bulan suci Ramadhan 1445 hijiriah/ 2024 M, harga beras di Gorontalo Utara saat ini masih terpantau tinggi dan mencekik.
Di pasar tradisional, Kecamatan Kwandang, misalnya. Harga beras jenis medium berkisar antara Rp. 16.000 per kilogram. Sedangkan harga beras jenis premium, dijual mulai Rp. 17.000 hingga Rp. 18.000 per kilogram.
Sementara harga per liter beras jenis medium berkisar Rp. 14.000 sampai Rp. 15.000. Dan beras jenis premium dijual mulai Rp. 16.000 per liter.
“Selama saya berjualan, nanti kali ini terjadi. Harga beras per kilogramnya sangat mahal,” ujar Amalia Djaba, salah seorang pedagang beras di pasar moderen, Kecamatan Kwandang saat ditemui beberapa awak media,” Senin, 4 Februari 2024.
Menurut beberapa petani bahwa kenaikan harga beras diakibatkan mahalnya bibit unggul beberapa waktu lalu serta sulit didapatkan.
“Tidak hanya bibit susah didapatkan, tetapi pupuk bersubsidi juga. Sehingga masa tanam padi yang seharusnya berlangsung pada Bulan November sampai Desember, terpaksa mundur akibat itu,” ucap salah seorang petani.
Saat ini, lahan pertanian di beberapa sentra pertanian di Gorontalo Utara dalam proses penanaman padi. Diperkirakan bulan Maret hingga April, akan dilakukan panen jika tidak terjadi gagal panen akibat musim.
Dengan naiknya harga beras di sejumlah pasar tradisional dan pedagang beras, sudah seharusnya pemerintah setempat baik provinsi atau pusat untuk melakukan operasi pasar murah.
Saat ini, dinas terkait sedang berupaya melakukan koordinasi dengan pihak Bulog Gorontalo guna memastikan stock beras di Gorut.
Dan rencananya pada hari Kamis tanggal 07 Maret 2024 akan dilaksanakan operasi pasar dan pasar murah oleh pemerintah daerah setempat. (Rol)










