ANTERONESIA.ID GORUT – Provinsi Gorontalo memperingati Hari Patriotik ke-83, yang juga dikenal sebagai Hari Proklamasi Gorontalo. Momen bersejarah ini mengingatkan pada perjuangan Rakyat Gorontalo dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 23 Januari 1942, yang terjadi tiga tahun lebih awal dari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945. Kamis, 23 Januari 2025
Dengan tegline “Dengan Semangat Patriotisme Wujudkan Asta Cita untuk Gorontalo Maju”, peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang jasa Pahlawan Nasional Nani Wartabone yang memimpin perjuangan melawan penjajahan.
Namun, di tengah semangat patriotisme yang digaungkan, Provinsi Gorontalo dihadapkan pada tantangan serius, yaitu tingginya angka kemiskinan. Data terbaru menunjukkan bahwa Gorontalo masih berada di posisi sepuluh besar provinsi termiskin di Indonesia, mencerminkan persoalan yang belum terselesaikan meski telah 83 tahun sejak kemerdekaannya diproklamasikan.
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, menyoroti adanya ketidakefisienan dalam pengelolaan anggaran.
“Ada kesalahan yang perlu ditata, salah urus anggaran,” ujarnya singkat.
Ridwan menekankan pentingnya evaluasi kebijakan pembangunan dan pengelolaan anggaran agar sejalan dengan upaya pengentasan kemiskinan. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk memperkuat kerja sama demi mewujudkan Gorontalo yang lebih maju dan sejahtera.
Hari Patriotik ke-83 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan sejarah, tetapi juga menjadi titik refleksi untuk memperbaiki kondisi ekonomi dan sosial di Gorontalo.













