Dugaan Penipuan: Oknum Kepala Sekolah di Gorut Akan di Polisikan

ANTERONESIA.ID GORUT– Seorang warga Gorontalo Utara, Zulkifli Olii, mengaku menjadi korban dugaan penipuan dan pencurian yang diduga dilakukan oleh seorang oknum kepala sekolah berinisial AL. Kejadian ini bermula dua tahun lalu, saat AL masih menjabat sebagai guru kelas di SDN 5 Tomilito.

Menurut anak Zulkifli, Derfendi Olii, peristiwa ini berawal ketika AL meminta uang jaminan untuk pengadaan buku rapor siswa kepada ayahnya, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Sekolah SDN 7 Tomilito. Awalnya, AL hanya membutuhkan uang muka (DP) sebagian dari jumlah pembicaraan pengadaan buku tersebut sebesar Rp 2.500.000. Namun, setelah diberikan akses untuk menarik uang melalui ATM milik Zulkifli Olii, AL diduga menarik dana sebesar Rp 8.700.000 tanpa sepengetahuan korban. Artinya, terdapat kelebihan penarikan sekitar Rp 5.000.000 yang hingga kini belum dikembalikan sepenuhnya. Sementara buku rapot tidak dikirim-kirim uang sudah diambil.

Tak hanya itu, sebelum kejadian ini, AL juga sempat meminjam uang sebesar Rp 1.000.000 dari Zulkifli.

Kejadian tersebut baru diketahui oleh Zulkifli saat ia hendak menarik uang di ATM, tetapi mendapati saldonya telah habis.

“Ayah saya baru mengetahui kelebihan penarikan ini saat ingin mengambil uang di ATM, tetapi saldo sudah kosong. Setelah mencetak rekening koran, barulah ayah sadar bahwa uang tersebut telah ditarik oleh AL,” ungkap Fendi.

Lebih lanjut, Fendi menjelaskan bahwa AL sempat berjanji akan mengembalikan uang tersebut. Namun, hingga saat ini, yang bersangkutan baru mengembalikan Rp 1.500.000. Pihak keluarga sudah berulang kali menagih, termasuk mendatangi rumah AL, tetapi selalu gagal bertemu.

“Kami sudah tiga kali mendatangi rumahnya untuk menagih sisa uang tersebut, tetapi tidak pernah berhasil bertemu. Bahkan, ibu saya sering mampir ke rumahnya setelah pulang dari dinas, tetapi selalu mendapat alasan bahwa AL sedang keluar,” tambahnya.

Fendi menegaskan bahwa uang tersebut sangat dibutuhkan untuk biaya pengobatan ayahnya yang sedang sakit. Jika dalam waktu dekat tidak ada itikad baik dari AL, ia berencana membawa kasus ini ke ranah hukum.

“Saya menunggu itikad baiknya hari ini. Kami berusaha telpon tidak direspon, Jika tidak ada penyelesaian, maka saya akan melaporkan hal ini ke pihak kepolisian,” tegasnya.

Diketahui saat ini AL sedang menjabat Kepala Sekolah disalah satu SD di Kabupaten Gorontalo Utara.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui telepon, AL mengaku akan segera menyelesaikan masalah ini dengan Zulkifli Olii.

“Saya segera selesaikan, saat ini saya sedang berusaha,” ujarnya singkat.

Namun, saat ditanya mengenai kepastian waktu penyelesaian, AL enggan memberikan jawaban yang jelas.

“Soal kepastian kapan, saya belum bisa memperkirakan,” tandasnya. (Red)

Bagikan:   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *