ANTERONESIA.ID GORUT– Anggota DPRD Gorontalo Utara, Fitri Yusup Husain, menegaskan bahwa persoalan ketersediaan air bersih di daerah ini bukan semata tanggung jawab Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Menurut Aleg dari Fraksi PKS ini, penyelesaian persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh pihak terkait.
“Persoalan air bersih bukan hanya urusan PDAM, ini masalah bersama yang harus diselesaikan secara kolektif,” ujar Fitri saat diwawancarai usai melakukan peninjauan lapangan, (6/2).
Dari hasil tinjauan tersebut, Fitri menyebutkan bahwa salah satu akar persoalan terletak pada kondisi infrastruktur jaringan pipa yang sudah tua dan mengalami kerusakan serius.
Ia menilai revitalisasi jaringan menjadi keharusan agar distribusi air ke masyarakat dapat berjalan optimal.
“Kita sudah lihat langsung, pipanya sudah uzur dan sebagian berkarat. Harus direvitalisasi. Bahkan ada jalur pipa yang sekarang berada di atas permukaan tanah karena terkikis hujan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi jalur pipa yang melintasi sungai di enam titik juga menambah kerentanan, terutama saat hujan deras mengguyur.
Tak jarang, pipa mengalami kebocoran hingga putus total, yang berdampak langsung pada suplai air bersih ke warga.
“Pekerjaan ini berat dan butuh biaya besar. Informasi dari PDAM, anggaran perbaikan bisa tembus puluhan miliar. Maka, butuh sinergi lintas sektor, mengingat kondisi keuangan daerah juga sedang tidak ideal,” tegas Fitri.
Sebagai langkah konkret, pihaknya berencana berkoordinasi dengan Balai Sungai untuk membicarakan penanganan teknis jalur pipa yang terdampak aliran air dan struktur tanah.







