ANTERONESIA.ID, GORONTALO UTARA – Kepanikan melanda keluarga R.K., warga Desa Bulontio Timur, Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara, saat hendak membawa R.K. ke Puskesmas untuk berobat. Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik R.K. tidak ditemukan pada saat genting tersebut.
Hasil penelusuran redaksi, KTP tersebut ternyata diserahkan oleh R.K. kepada tim sukses paslon sebagai bentuk “jaminan” dukungan. Hal ini diungkap langsung oleh R.K. kepada keluarganya setelah ditanya soal keberadaan KTP tersebut.
“Sebelumnya istrinya tidak tahu kalau KTP sudah diberikan ke tim sukses. Pas suaminya mendadak sakit pagi tadi, mereka panik cari KTP untuk dibawa ke Puskesmas tapi tidak ketemu. Setelah ditanya, R.K. mengaku bahwa KTP diserahkan ke A.S., salah satu tim sukses paslon, sebagai jaminan dukungan, dan dijanjikan akan dikembalikan pada 17 April bersamaan dengan uang sebesar Rp.250 ribu,” ujar sumber terpercaya.
Insiden ini memicu kemarahan dari istri dan keluarga R.K. terhadap oknum tim sukses. Setelah mendapat tekanan dari pihak keluarga, A.S. akhirnya mengembalikan KTP tersebut.
Praktik pengumpulan KTP oleh tim sukses menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) ini memunculkan kekhawatiran akan potensi kecurangan yang mencederai proses demokrasi di Gorontalo Utara. Masyarakat berharap pihak terkait, termasuk Bawaslu, segera mengambil langkah tegas untuk menyelidiki kasus ini.
Hingga berita ini ditayangkan, ANTRONESIA.ID masih terus berusaha meminta tanggapan Bawaslu Kab. Gorontalo Utara.













