ANTERONESIA.ID|GORONTALO– Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan apresiasi tinggi terhadap peran strategis petani dan nelayan bagi bangsa, mulai dari masa perjuangan kemerdekaan hingga pembangunan nasional saat ini. Hal itu disampaikannya dalam sambutan pada Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6).
Kepala Negara menegaskan bahwa petani dan nelayan memiliki peran yang sangat penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Menurutnya, dukungan masyarakat desa, petani, dan nelayan menjadi kekuatan penting bagi para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Waktu kita mendeklarasikan, kita memproklamasikan kemerdekaan kita, belum ada negara, belum ada anggaran, belum ada APBN, belum ada gaji. Mereka yang memilih Republik Indonesia, memilih karena hati, karena cinta bangsa Indonesia, bukan karena gaji. Tetapi tentara waktu itu ditopang, didukung, makanan diberi oleh petani-petani dan nelayan-nelayan kita di seluruh Indonesia,” ujar Presiden.
Presiden Prabowo juga mengenang pengalamannya saat masih menjadi prajurit muda yang merasakan langsung dukungan dan pengorbanan masyarakat di pedesaan. Meski hidup dalam keterbatasan, para petani tetap membantu prajurit yang bertugas menjaga negara.
“Saya waktu prajurit muda, waktu saya di desa-desa, saya di gunung-gunung, saya juga merasa dibantu oleh para petani. Mereka hidupnya susah. Untuk masak harus cari kayu, jalan berkilo-kilo. Untuk ambil air, susah, harus jalan berkilo-kilo. Tetapi mereka tetap masak untuk prajurit-prajurit TNI,” ungkapnya.
Atas dasar pengalaman tersebut, Presiden meminta seluruh prajurit dan pemimpin bangsa untuk tidak melupakan jasa para petani dan nelayan yang selama ini menjadi penopang kehidupan bangsa. Prabowo menegaskan bahwa sektor pangan merupakan fondasi utama keberlangsungan sebuah negara.
“Para petani dan nelayan adalah penghasil makanan, penghasil pangan. Tidak ada negara bisa berdiri, tidak ada negara bisa bertahan, bahkan tidak ada peradaban yang bisa bertahan tanpa pangan,” tegas Presiden.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan rasa syukur atas capaian swasembada pangan yang berhasil diraih Indonesia dalam satu tahun delapan bulan terakhir. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras petani, nelayan, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan sektor pertanian dan perikanan nasional.
“Telah banyak yang paling besar kita capai, dan saya merasa bersyukur adalah kita swasembada pangan. Kita produksi pangan, beras, jagung, hampir semua komoditas pangan kita produksi, dan produksi beras dan jagung kita tertinggi sepanjang negara kita berdiri,” ucap Presiden.
Presiden menambahkan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari kerja kolaboratif berbagai kementerian dan lembaga, termasuk dukungan TNI dan Polri yang turut terlibat dalam penguatan sektor pangan nasional.
Di akhir sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan penghargaan dan rasa hormat kepada seluruh petani dan nelayan Indonesia atas dedikasi serta kerja keras mereka dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Terima kasih seluruh masyarakat tani dan nelayan Indonesia, terima kasih kerja keras saudara-saudara. Perjalanan masih jauh, saudara-saudara telah membuktikan saudara terus semangat, sebagai produsen pangan, saudara-saudara sesungguhnya adalah tulang punggung Republik Indonesia,” tandas Presiden.








