Pansus LKPJ DPRD Gorut Soroti Buruknya Fasilitas RS Zus, Direktur Janjikan Perbaikan

ANTERONESIA.ID GORUT – Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati 2024 mengungkapkan sejumlah temuan lapangan terkait kondisi fasilitas di Rumah Sakit (RS) Zus yang dinilai tidak lagi layak dan perlu segera dibenahi.

Salah satu sorotan utama adalah kondisi pendingin ruangan (AC) di setiap kamar pasien yang dilaporkan rusak dan bocor akibat tidak pernah dibersihkan dalam waktu lama. Selain itu, banyak fasilitas toilet yang rusak, tersumbat, dan kotor, menimbulkan ketidaknyamanan bagi pasien.

“Saya kira RS Zus yang memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) cukup besar, seharusnya bisa memprioritaskan kenyamanan pasien melalui fasilitas yang memadai,” ujar Wakil Ketua Pansus, Daud Syarief, dalam rapat evaluasi LKPJ Bupati 2024 di ruang sidang paripurna, Selasa (22/4).

Tak hanya fasilitas, kekurangan tenaga medis terutama dokter spesialis juga menjadi perhatian serius. Pansus menilai, hal ini menghambat optimalisasi pelayanan kesehatan di RS Zus.

Menanggapi hal tersebut, Direktur RS Zus, Muhammad Ardiansyah menyampaikan bahwa pihaknya telah memulai proses peremajaan AC di setiap ruangan.

“Setiap ada pembangunan atau renovasi ruang, kami langsung melengkapinya dengan AC baru,” ujarnya.

Terkait masalah toilet, ia menyebut perbaikan instalasi tengah dilakukan di beberapa titik.

Sementara itu, untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis, rumah sakit telah menjalin kerja sama dengan sejumlah dokter dan membuka layanan poli klinik pagi dan sore.

Meski demikian, RS Zus masih menghadapi keterbatasan tenaga penunjang, seperti dokter laboratorium dan radiologi.

“Untuk dokter laboratorium, kami bekerja sama dengan dokter yang telah pensiun karena minimnya tenaga di tingkat provinsi. Hal serupa juga terjadi pada tenaga radiologi,” jelasnya.

Sebagai bagian dari program nasional JKSU (Jantung, Kanker, Stroke, dan Uronefrologi), RS Zus telah mengontrak satu dokter spesialis jantung yang dijadwalkan mulai bertugas pada Mei mendatang.

Untuk penanganan stroke, rumah sakit ini telah memiliki satu dokter spesialis radiologi.

Direktur RS Zus juga menyoroti kendala sistem kerja dokter spesialis yang diperbolehkan praktik di tiga rumah sakit berbeda.

“Biasanya mereka praktik pagi di RS Zus, dan sore hari di rumah sakit lain,” ungkapnya.

Tak hanya itu, keterbatasan fasilitas tempat tinggal bagi tenaga medis juga menjadi tantangan.

“Kami punya dua bangunan untuk tempat tinggal dokter. Tapi kondisinya rusak berat. Ini sedang kami pertimbangkan untuk diperbaiki,” pungkasnya.

Bagikan:   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *