ANTERONESIA.ID | GORONTALO UTARA— Di tengah sorotan publik terhadap penyajian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Popalo mengakui belum memiliki chef profesional bersertifikat sebagai penanggung jawab utama operasional dapur.
SPPG Popalo yang berada di bawah naungan Yayasan Denia Ghaniyah Berkah tersebut saat ini melayani 1.995 sasaran MBG.
Hal ini diakui Kepala SPPG Popalo melalui Ahli Gizi, Melisa Hasan. Dirinya menyebut bahwa SPPG Popalo hanya memiliki koordinator masak, bukan chef profesional.
“Kita belum memiliki chef, yang ada hanya koordinator masak,” ungkap Melisa saat diwawancarai, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Melisa, kewajiban memiliki chef baru diberlakukan jika SPPG melayani 2.000 sasaran atau lebih.
“SPPG wajib memiliki chef itu kalau melayani 2.000 atau lebih sasaran. Jadi belum wajib chef,”ujarnya.
Senada dengan itu, Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Popalo juga membenarkan bahwa pihaknya belum memiliki chef dengan alasan yang sama.
“Saat ini kita melayani kurang lebih 1.995 sasaran pemanfaatan. Jadi belum ada chef. Jika sudah 2.000 atau lebih maka wajib SPPG memiliki chef,” tambah Aslap.
Sebelumnya, SPPG Popalo tuai rotan publik setelah menyajikan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) mengandung Cuka untuk Ibu Hamil dan Balita.







