GORONTALO UTARA– Sebuah temuan mengejutkan terungkap dalam evaluasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) BUMDes di tingkat kecamatan. Kepala Desa Dulukapa, Irwan Moilo, mengakui adanya aliran dana sebesar Rp40 juta dari Direktur BUMDes kepada pihak perusahaan yang hingga kini identitasnya masih misterius.
Pengakuan ini disampaikan Irwan di tengah polemik pengelolaan Dana Ketahanan Pangan dan proses internal BUMDes di Desa Dulukapa. Meski ia membantah isu bahwa LKPJ BUMDes sempat dipending, Ia justru membuka fakta baru terkait penyalahgunaan wewenang oleh direktur.
“Ada temuan. Itu terkait pernyataan direktur yang bekerja sama dengan perusahaan, sementara pengurus lain tidak tahu,” ungkap Irwan saat dikonfirmasi awak media.(28/4).
Menurut Irwan, temuan tersebut diperkuat dengan adanya surat pernyataan dari pihak perusahaan yang menunjukkan adanya aliran dana sebesar Rp.40 juta. Namun, ia menegaskan bahwa peminjaman itu merupakan tindakan pribadi direktur, bukan keputusan kelembagaan BUMDes.
“Itu dipinjamkan oleh direktur, bukan oleh BUMDes secara kelembagaan,” jelasnya.
Yang menjadi sorotan utama, kerja sama yang diklaim sebagai bentuk investasi oleh direktur tersebut tidak memiliki kejelasan. Hingga kini, identitas perusahaan penerima dana Rp.40 juta belum dapat dipastikan.
“Itu yang masih belum jelas, karena penyampaiannya hanya dari yang bersangkutan,” tambah Irwan.
Kejanggalan semakin terlihat ketika direktur BUMDes tidak hadir dalam forum Musyawarah Desa (Musdes) pembahasan LKPJ. Akibatnya, klarifikasi langsung tidak dapat dilakukan. Pemerintah desa mengaku telah berkali-kali memanggil yang bersangkutan, namun tak kunjung mendapat respons.
“Rencananya akan kami laporkan untuk dilakukan audit oleh inspektorat,” tegas Irwan.
Hingga berita ini diterbitkan, Direktur BUMDes yang diduga menjadi otak peminjaman dana ke perusahaan misterius tersebut belum memberikan klarifikasi resmi. Redaksi masih terus berupaya menghubungi Direktur BUMDes Dulukapa.












