GORONTALO UTARA– Anggota DPRD Gorontalo Utara (Gorut) dari Fraksi PDI Perjuangan, Haris Tuina, menyoroti kondisi memprihatinkan yang masih dialami masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) 2, khususnya di Kecamatan Tomilito dan Ponelo Kepulauan.
Dalam rapat paripurna pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan Tahun 2025, yang digelar pada Selasa (5/8), Haris menyatakan bahwa masih ada desa-desa yang belum sepenuhnya merasakan arti kemerdekaan.
“Di Dapil 2, khususnya di desa Ponelo, Malambe, dan Mutiara Laut, masyarakat belum menikmati kemerdekaan secara utuh. Saat musim penghujan dan ombak datang, akses jalan menuju desa-desa ini berlumpur,” ujar Haris Tuina.
Ia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap pelajar dari desa Otiola dan Malambe yang harus berjalan kaki untuk menuju ke sekolah. Namun, saat musim hujan tiba, mereka tidak dapat melintas karena akses yang berlumpur.
“Banyak siswa SMP dan SMA dari desa Otiola dan Malambe berjalan kaki ke sekolah. Tapi ketika hujan turun dan ombak tinggi, mereka tidak tahu harus lewat mana. Artinya, mereka tidak bisa sekolah,” tambahnya.
Untuk itu, Haris meminta perhatian serius dari pemerintah daerah. Ia mendorong adanya kolaborasi dengan seluruh anggota DPRD Gorut dalam mengalokasikan anggaran pembangunan infrastruktur jalan di wilayah tersebut.
Beberapa infrastruktur yang diusulkan untuk ditingkatkan, diantaranya, Jalan dari Desa Ponelo menuju Desa Malambe sepanjang ±3 kilometer perlu pembangunan jalan baru.
Kemudian jalan dari Desa Otiola ke Desa Ponelo sepanjang ±4 kilometer perlu perbaikan.
Dan Jalan dari Desa Tanjung Karang menuju Desa Mutiara Laut sepanjang ±9 kilometer, dengan rincian 7 kilometer perlu perbaikan dan 2 kilometer merupakan pembangunan jalan baru.
“Ini tanggung jawab kita bersama. Jangan sampai ada lagi masyarakat kita yang tertinggal hanya karena akses jalan yang tak memadai,” tegas Haris.









