Pro-Kontra “Bupati Melapor”: Ayi Waras Nilai sebagai Keterbukaan Informasi, MSR Dianggap Terlalu Alergi

ANTERONESIA.ID GORONTALO UTARA– Program “Bupati Melapor” yang diunggah di media sosial Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, memicu tanggapan beragam. Aktivis Lifain Buyunggadang lebih akrap disapa Ayi Waras menilai unggahan tersebut sebagai bentuk keterbukaan informasi publik, sementara mantan Ajudan Bupati Thariq, Mohamad Safitra Rahim (MSR) mengkritiknya sebagai pencitraan tanpa dampak nyata.

Ayi Waras melihat program bupati lewat Facebook sangat luar biasa.

“Beliau secara transparan menyampaikan aktivitasnya, baik dengan pejabat maupun investor. Ini bukan pencitraan, melainkan upaya memberikan informasi kepada masyarakat.” Kata Ayi (21/07/2025).

Ia mengaku sangat mengapresiasi tayangan tersebut karena memungkinkan masyarakat mengetahui langsung kinerja bupati.

“Ini berbeda dengan konten pemimpin daerah lain. Mari dukung channel ini sebagai bagian dari program kemajuan daerah,”ajaknya.

Menanggapi kritik MSR, Ayi Waras menyikapinya dengan santai. “Wajar-wajar saja, kritikan itu cambuk agar bupati lebih baik ke depan. Soal episode #17 yang membahas sulitnya meraih kursi bupati, itu hanya pernyataan normatif,”* ujarnya sambil tersenyum.

Sebelumnya, MSR menyebut serial “Bupati Melapor” hanya gaya-gayaan di media sosial tanpa bukti kerja nyata.

Bagikan:   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *