ANTERONESIA.ID Gorontalo – Stok beras premium di sejumlah ritel modern Kota Gorontalo mengalami kekosongan sejak awal Juni 2025. Kekosongan ini terjadi akibat keterbatasan pasokan dari gudang utama di Jakarta.
Manager Indogrosir Kota Gorontalo, Satya Anugerah Rizki, menjelaskan bahwa produk beras premium yang biasanya tersedia di Indogrosir antara lain merek Dua Merpati (diproduksi di Manado, Sulawesi Utara), Sania, dan Fortune. Namun, hingga pertengahan Juli, stok tersebut belum juga terpenuhi.
“Pada 9 Juli 2025, kami sempat menerima 2.000 karung beras. Namun karena tingginya permintaan masyarakat, stok itu hanya bertahan tiga hari dan kembali habis pada 12 Juli,” ujar Satya kepada media, Senin (22/7/2025).
Sebagai respons atas kelangkaan tersebut, pihak Indogrosir menerapkan kebijakan pembatasan pembelian. Masyarakat umum hanya diperbolehkan membeli maksimal lima karung, sementara pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diberi kuota antara 10 hingga 15 karung.
Lebih lanjut, Satya menyampaikan bahwa Indogrosir telah menjalin kerja sama dengan sejumlah produsen beras, seperti PT Padi Indonesia Maju, PT Belitang Panen Raya, dan PT Unifood Candi Indonesia. Semua produk dari mitra tersebut wajib melampirkan Surat Keterangan Mutu Produk yang sesuai dengan regulasi Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2023. Selain itu, pihak Indogrosir juga melakukan uji sampling terhadap setiap pengiriman untuk memastikan kesesuaian mutu.
Sementara itu, pengecekan di sejumlah ritel lain seperti Mura Supermarket Gorontalo 2 dan Hypermart Gorontalo menunjukkan masih adanya stok beras premium. Namun, stok tersebut diduga merupakan stok lama dengan harga jual berkisar Rp75.000 hingga Rp80.000 per 5 kg, melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp74.500 per 5 kg. (Ariz)







