ANTERONESIA.ID|GORONTALO UTARA— Tim Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengungkap kronologi insiden tenggelam yang menewaskan seorang wisatawan di perairan Pulau Bogisa, Kecamatan Ponelo Kepulauan, Kabupaten Gorontalo Utara, pada Minggu (2/8/2026). Korban diketahui bernama Riska Halid atau akrab disapa Cika.
Komandan Pos SAR Kwandang, S. Alan Hasania, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 09.00 Wita. Tim segera bergerak menuju lokasi menggunakan *Rigid Inflatable Boat* (RIB). Namun, sebelum tiba di lokasi, tim SAR berpapasan dengan perahu nelayan yang telah lebih dahulu mengevakuasi korban dari perairan Pulau Bogisa.
“Korban sudah dibawa oleh perahu nelayan dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya kami melakukan evakuasi menuju RSUD Zainal Umar Sidiki,” ujar Alan.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun Basarnas, korban merupakan bagian dari rombongan wisatawan berjumlah sembilan orang. Mereka tiba di Pulau Bogisa pada Sabtu (1/8/2026) dan bermalam di pulau tersebut.
Pada Minggu pagi sekitar pukul 07.00 Wita, tiga orang dari rombongan memutuskan untuk berenang di sekitar pulau. Menurut informasi yang diterima Basarnas, ketiganya tidak memiliki kemampuan berenang yang memadai.
Dua orang berenang di sisi kanan hamparan pasir, sedangkan Riska berada di sisi kiri. Saat itu, arus laut mengarah ke luar Pulau Bogisa sehingga korban diduga terseret ke perairan yang lebih dalam. Adapun dua rekannya berhasil menyelamatkan diri setelah terbawa ke area patahan pasir yang dangkal.
Basarnas memastikan delapan wisatawan lainnya berada dalam kondisi selamat. Jenazah Riska Halid alias Cika kemudian dievakuasi ke RSUD Zainal Umar Sidiki (ZUS) Gorontalo Utara untuk menjalani proses identifikasi. Setelah proses identifikasi selesai, jenazah diberangkatkan ke rumah duka menggunakan ambulans untuk disemayamkan dan dimakamkan oleh pihak keluarga.
Menanggapi insiden ini, Alan Hasania mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan wisata bahari, terutama di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
“Kondisi angin dan arus laut di perairan utara saat ini cukup kuat. Kami mengimbau masyarakat agar menggunakan alat pelampung saat beraktivitas di laut. Bagi yang tidak bisa berenang, jangan memaksakan diri untuk turun ke air,” tegasnya.
Basarnas juga mengingatkan seluruh pengunjung destinasi wisata bahari agar selalu memperhatikan kondisi cuaca, mematuhi arahan petugas, serta mengutamakan keselamatan selama berada di kawasan perairan guna mencegah kejadian serupa terulang.











