ANTERONESIA.ID | GORONTALO– Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Drs. Ridwan Monoarfa, dalam memperingati Hari Lembaga Sosial Desa (LSD) yang jatuh pada tanggal 5 Mei 2026. Ridwan menekankan pentingnya reposisi lembaga desa dari sekadar pelengkap administrasi menjadi subjek utama pembangunan nasional.
Ridwan menyebut bahwa Lembaga Sosial Desa merupakan denyut nadi gotong royong dan penjaga nurani kolektif masyarakat di tingkat akar rumput. Menurutnya, lembaga ini memiliki peran krusial dalam memutuskan nasib warga, mulai dari ketahanan pangan hingga masa depan generasi muda di desa.
“Desa terlalu lama hanya menjadi objek kebijakan. Terlalu sering didengar, namun tanpa benar-benar didengarkan,” ujar Ridwan Monoarfa dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/5/2026).
Politisi NasDem tersebut mengingatkan bahwa pembangunan yang mengabaikan desa hanyalah sebuah ilusi. Ia menyoroti pentingnya partisipasi aktif desa dalam demokrasi agar kedaulatan rakyat tidak menjadi ruang kosong.
Lebih lanjut, Ridwan mendorong agar LSD berdiri tegak sebagai kekuatan yang berani mengoreksi arah pembangunan jika tidak lagi berpihak pada kepentingan rakyat. Ia meyakini bahwa kekuatan sejati sebuah negara sangat bergantung pada kemandirian dan kekuatan desa-desanya.
“Jika desa kuat, negara tidak perlu berpura-pura kokoh. Mari kita rawat desa, bukan dengan retorika, tetapi dengan keberanian politik yang berpihak pada mereka yang selama ini hanya disebut tanpa pernah sungguh diperjuangkan,” tegasnya.
Peringatan Hari Lembaga Sosial Desa tahun 2026 ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan khususnya di Provinsi Gorontalo untuk memperkuat keberpihakan politik dan anggaran bagi penguatan institusi sosial di tingkat desa.










