ANTERONESIA.ID | GORONTALO UTARA– Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Gorontalo Utara, Thamrin Yusuf, memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya pelaksanaan Festival Dionumo yang dipusatkan di Pulau Dionumo, Senin (22/6). Festival tersebut dinilai memiliki konsep unik yang ramah religi.
Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumalata dan Sumalata Timur itu berharap pemerintah daerah tidak hanya menjadikan festival ini sebagai agenda tahunan, tetapi juga memperjuangkannya agar masuk dalam kalender kegiatan pariwisata nasional.
“Kami berharap ke depan ini menjadi agenda tahunan sebagaimana yang dicanangkan oleh pemerintah daerah. Kalau bisa, pemerintah daerah memperjuangkan Festival Dionumo menjadi ikon festival yang teragenda secara nasional,” ujar Thamrin saat memberikan keterangan kepada media.(22/6).
Menurut Thamrin, potensi Pulau Dionumo sangat besar untuk bersanding dengan destinasi lain yang sudah lebih dulu populer, seperti Festival Saronde yang sebelumnya telah berhasil menembus agenda pariwisata nasional. Ia optimistis Festival Dionumo bisa menyusul kesuksesan tersebut karena memiliki sejumlah keunggulan kompetitif, salah satunya aksesibilitas yang mudah.
“Keunggulan Dionumo ini jarak tempuhnya sangat dekat dengan masyarakat. Hanya butuh waktu lima menit perjalanan, kita sudah bisa berada di Pantai Dionumo,” jelasnya.
Politisi Partai Golkar itu juga menyoroti dampak positif festival terhadap perputaran ekonomi masyarakat lokal, mulai dari penyedia jasa transportasi laut hingga pedagang kecil.
“Semua sisi secara ekonomi uangnya bisa berputar. Baik mereka yang menyewakan perahu, maupun para pelaku UMKM dan penjual lainnya. Semua sudah bisa menikmati dampak baiknya,” kata Thamrin.
“Kalau ini konsisten menjadi agenda tahunan, berarti rakyat akan menanti-nanti. Di situlah perputaran ekonomi berkelanjutan bisa berlangsung,” tambahnya.
Meski sukses besar, Thamrin mengingatkan panitia pelaksana untuk tetap melakukan evaluasi menyeluruh. Ia menilai masih terdapat beberapa kekurangan teknis di lapangan yang perlu dibenahi demi pelaksanaan yang lebih matang di masa mendatang.
Berdasarkan pengamatannya di lokasi, Thamrin melihat tren minat pengunjung saat ini jauh lebih condong pada aktivitas wisata bahari.
“Peminat dari para pengunjung itu lebih cenderung terhadap kegiatan yang sifatnya wisata bahari. Ini sudah sangat mencuat dibanding dengan wisata-wisata lain. Kekurangan-kekurangan yang terjadi kemarin saya kira harus menjadi evaluasi dan dibenahi di masa yang akan datang,” pungkasnya.











