ANTERONESIA.ID GORONTALO UTARA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gorontalo Utara akan segera menindaklanjuti keluhan warga Desa Pontolo terkait bau menyengat yang berasal dari kandang ternak milik salah seorang pengusaha lokal. Kepala DLH Gorontalo Utara, Thamrin Sirajudin, telah memerintahkan tim pengawas untuk melakukan pemeriksaan di lokasi tersebut.
“Setelah mendapat laporan terkait pencemaran lingkungan, saya langsung memerintahkan melalui WhatsApp kepada fungsional pengawas lingkungan dan Kabid Penanggulangan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), Yun Harun, SH, untuk segera melakukan pemeriksaan,” ujar Thamrin Sirajudin, Selasa (18/3/2025).
Thamrin menegaskan bahwa tim pengawas akan turun ke lokasi pada Rabu (19/3/2025) untuk memverifikasi keluhan warga dan menilai tingkat pencemaran yang terjadi. “Insya Allah, fungsional pengawas tersebut akan turun besok hari Rabu. Jika benar menimbulkan pencemaran, maka bisa saja akan diberikan sanksi atau pembinaan sesuai ketentuan perundangan yang berlaku,” jelasnya.
Menurut Peraturan Daerah Kabupaten Gorontalo Utara tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, setiap kegiatan usaha yang berpotensi mencemari lingkungan wajib memiliki izin lingkungan dan menerapkan sistem pengelolaan limbah yang baik.
DLH Gorontalo Utara akan mengevaluasi apakah kandang ternak tersebut telah memenuhi persyaratan lingkungan yang ditetapkan, termasuk sistem pengelolaan limbah dan sanitasi yang memadai.
“Kami berkomitmen untuk menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Setiap usaha harus memperhatikan dampak lingkungan dari aktivitasnya. Jika terbukti ada pelanggaran, kami akan mengambil tindakan tegas sesuai peraturan yang berlaku,” tegas Thamrin Sirajudin.
Hasil pemeriksaan tim DLH akan menjadi dasar bagi tindakan selanjutnya, baik berupa pembinaan, peringatan, hingga sanksi administratif jika diperlukan. DLH juga akan memberikan rekomendasi teknis untuk penanganan limbah ternak yang lebih baik guna mencegah pencemaran serupa di masa mendatang.
Sebelumnya, warga Desa Pontolo mengeluhkan bau menyengat yang berasal dari kandang ternak, terutama ketika angin berhembus dari arah timur dan utara. Bau tersebut diduga berasal dari kotoran dan limbah yang dihasilkan oleh kandang tersebut.
“Saat siang hari, bau menyengat dari kotoran ayam sangat terasa. Terkadang, bau yang menyengat itu mengganggu pernapasan kami. Jika baunya sangat kuat, kami bahkan bisa mengalami sesak napas,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Pemilik kandang telah mengakui bahwa bau menyengat tersebut berasal dari kandang bebek miliknya. Dia mengklaim telah berupaya mengatasi masalah tersebut tetapi terkendala oleh faktor cuaca.
“Memang soal bau ini sejak 3 minggu lalu saya sudah pikirkan. Saya sudah pesan timbunan sirtu, namun karena hujan, ini yang menjadi kendala. Kalau kandang bebek itu sudah ditimbun pasti baunya tidak ada lagi,” kata pemilik kandang tersebut.
Meskipun demikian, pemilik kandang menyayangkan sikap warga yang tidak menyampaikan keluhan secara langsung kepadanya sebelum masalah ini diangkat ke media. “Yang saya sesalkan, masyarakat tidak langsung datang ke saya untuk menyampaikan keluhan ini, sementara kami di tetangga sekitar ini selalu terbuka,” ungkapnya.









