Anteronesia.id, Gorut – Sekretaris Komisariat Unistik Gorontalo Utara (Gorut) Ismail Nusi menilai kinerja dari Kepala Badan (Kaban) Keuangan setempat amburadul. Alangkah mulia jika bisa mundur sendiri dari jabatan sebagai Kaban Keuangan Gorontalo Utara (Gorut).
Demonstrasi yang digelar oleh Aliansi Pemuda Gorontalo Utara Menggugat (APGUM) merupakan perwujudan atas keluh kesah yang tersirat. Sehingga menurutnya perlu sesegera mungkin Kaban Keuangan Gorut bisa mengambil langkah untuk mengundurkan diri dari jabatannya, karena kinerjanya dinilai sangat amburadul.

Lebih lanjut Ismail mengatakan, ada beberapa persoalan urgen yang seharusnya menjadi dasar prioritas, akan tetapi persoalan urgen itu seakan disepelekan.
“Mestinya kaban keuangan harus mengedepankan persoalan yang urgen, seperti anggaran untuk obat-obatan, jasa pelayanan kesehatan, tunjangan kinerja daerah (TKD), gaji pegawai tidak tetap (PTT), dan gaji PPPK untuk bulan Juli,” kata Ismail, Jum’at (3/11/2023).
Dengan ketidak mengedepankan persoalan urgen tersebut, Ismail menduga kuat kinerja kaban keuangan hanya “asal bapak senang” (ABS) serta di sinyalir tidak mampu mengemban jabatan eselon 2 di lingkungan Pemerintah Daerah Gorut,” ujarnya.
Olehnya, ia pun meminta kepada Kaban Keuangan Gorut agar bisa sadar diri dalam mengemban jabatan ini. Karena untuk mengelola keuangan daerah itu harus dengan keahlian, tidak cukup dengan hanya mengandalkan budaya atau kebiasaan.
“Kalau mampu, yah katakan mampu, kalau tidak mampu, yah katakan tidak. Jangan sampai ketidak mampuannya untuk mengelola keuangan daerah dapat menciderai sistem keuangan daerah,” tandasnya. (AN)









