AnteroNesia.id, Gorut – Aktivis Gorontalo Utara, Indra Rohandi Parinding, S.Farm, mengkritisi kinerja Komite Independen Pengawas Pemilu (KIPP) di wilayah tersebut dan mempertanyakan profesionalisme lembaga itu dalam mengawasi dugaan pelanggaran pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada).
Indra mengamati bahwa KIPP Gorut dinilai tidak maksimal dalam menjalankan tugas pengawasannya.
“Kehadiran KIPP di Gorut perlu dipertanyakan, apakah mereka benar-benar melakukan pengawasan atau sekadar formalitas,” ujarnya, Jum’at (1/11/2024).
Sebagai contoh, ia menyinggung kasus dugaan pelanggaran oleh seorang juru kampanye dari salah satu pasangan calon yang dilaporkan KIPP namun tidak ada tindak lanjut yang jelas.
Indra juga menilai KIPP terkesan kurang berani bertindak, bahkan dianggap “buta hati” dalam menghadapi isu-isu pelanggaran.
Alumni Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini menyatakan pentingnya reformasi dalam KIPP Gorontalo Utara.
“KIPP dinilai amburadul dan perlu dilakukan pergantian pengurus agar pengawasan bisa berjalan efektif dan adil,” tegasnya.
Sebagai mahasiswa Ilmu Hukum di Universitas Terbuka, Indra berharap KIPP dapat menjalankan fungsi pengawasannya secara netral dan independen.
“Tujuan utama KIPP harus kembali ke jalur yang benar. Jika tidak mampu bekerja maksimal, lebih baik dilakukan pergantian pengurus,” pungkasnya. (Rol).







