Aktivis Semprot Kadis DLH Gorut, Cari Muka ke Bupati, Tupoksi Sendiri Berantakan

ANTERONESIA.ID, GORONTALO UTARA – Aktivis Aliansi Masyarakat Mahasiswa Peduli Daerah (AMMPD) Cabang Gorut, Indra Rohandi Parinding, memberikan kritikan keras atas pernyataan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gorut, Tamrin Sirajudin, terkait insiden dugaan pemukulan warga di Desa Dulukapa karena terkait pemasangan rumbai-rumbai merah putih.

Menurut Indra, Tamrin seolah-olah menjelma menjadi “juru bicara pribadi” Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu. Ia menilai sikap tersebut tidak pantas dan justru menunjukkan upaya mencari muka di hadapan bupati.

“Ini sudah kedua kalinya Kadis DLH tampil seakan jadi jubir Bupati. Pertama saat aktivis menyoroti adanya instruksi agar ASN menyebarkan aktivitas pemerintahan di media sosial, dan sekarang kembali lagi muncul dengan membantah soal edaran atribut warna kuning. Ini bukan tupoksinya, jelas hanya cari muka,” tegas Indra. Minggu (17/08/2025)

Lebih jauh, Indra mengingatkan agar Tamrin fokus pada tugas pokok dan fungsi DLH yang justru dinilai amburadul. Ia mencontohkan, sepanjang tahun 2024 target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor DLH tidak pernah tercapai.

“Target PAD 2024 saja jauh dari harapan, jangankan 100 persen, 50 persen pun tidak sampai. Lalu bagaimana mungkin seorang Kadis berani tampil jadi pembela bupati, sementara pekerjaannya sendiri berantakan?” kritik Indra.

Selain soal PAD, Indra juga menyoroti buruknya pengelolaan sampah oleh DLH. Sudut areal blok plan di sekitar kompleks Dinas Pemukiman yang dijadikan tempat pembuangan sementara disebut masih dibiarkan kumuh hingga saat ini.

“Lihat saja betapa kotornya blok plan di sekitar kompleks pemukiman. Itu jadi bukti kelalaian DLH. Belum lagi beberapa bulan lalu sampah dari waralaba seperti Alfamart dan Indomaret menumpuk berbulan-bulan tanpa diangkut. Ini fakta lapangan, masyarakat merasakan langsung,” papar Indra.

AMMPD Gorut mendesak agar Kadis DLH tidak berlindung di balik peran “pembela” bupati, melainkan segera membenahi sektor lingkungan yang saat ini terbengkalai.

“Kalau tugas pokoknya saja tidak beres, jangan menutupi dengan tampil sebagai jubir. Kami minta Kadis fokus pada tanggung jawabnya, bukan cari panggung demi nilai lebih di mata bupati,” tegas Indra.

Terakhir, Indra menyarankan kepada Bupati Thariq Modanggu agar Kepala Dinas Lingkungan Hidup diangkat saja sekalian jadi jubir agar relevan dengan tupoksinya

“Saya berharap pak Bupati Thariq Modanggu agar bisa mempertimbangkan agar Kadis DLH diangkat saja jadi juru bicara agar sesuai dengan tugas fungsi pokoknya” tutup Indra

Bagikan:   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *