ANTERONESIA.ID – Keluhan masyarakat terkait air PDAM yang tidak mengalir selama seminggu terakhir akhirnya mendapatkan perhatian.
Hal ini disampaikan setelah anggota DPRD Gorontalo Utara (Gorut) Fitry Yusuf Husain menghubungi Direktur PUDAM Gorut untuk menanyakan penyebab terhentinya distribusi air.
Dari keterangan Direktur PUDAM Gorut, permasalahan ini disebabkan oleh kerusakan pipa di Desa Posso. Pipa tersebut sering terbawa arus deras akibat hujan lebat dan mengalami pengeroposan.
Kondisi ini membutuhkan perbaikan total, namun anggaran yang besar menjadi kendala sehingga perbaikan yang dilakukan bersifat sementara.
“Hujan yang cukup deras dalam seminggu terakhir membuat arus bendungan Posso sangat kuat, sehingga menyulitkan tim teknis saat melakukan perbaikan,” jelas Direktur PUDAM Gorut.
Menanggapi hal ini, Komisi II DPRD Gorut menyatakan akan mendiskusikan masalah tersebut bersama PUDAM sebagai mitra kerja.
Langkah ini diambil untuk menemukan solusi jangka panjang yang dapat memastikan distribusi air kepada masyarakat berjalan dengan baik.
“Kami dari Komisi II DPRD Gorut akan membahas kondisi ini dengan PUDAM untuk mencari solusi atas masalah ini, terutama terkait anggaran dan teknis perbaikan pipa,” ungkap Fitry, Senin (27/1).
Masyarakat berharap agar permasalahan ini segera ditangani secara tuntas, sehingga pasokan air bersih dapat kembali normal.













