ANTERONESIA.ID, POHUWATO – Persoalan yang menimpa petani di Kabupaten Pohuwato kembali mendapat perhatian publik. Anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Mikson Yapanto, menilai kegagalan panen yang dialami petani di Kecamatan Duhiadaa dan Buntulia tidak lepas dari maraknya aktivitas pertambangan ilegal di wilayah hulu.
Dalam keterangannya kepada awak media sebagaimana di kutip dari hibata.id, pada Sabtu (24/8/2025), Mikson mengungkapkan bahwa praktik tambang tanpa izin di daerah tersebut sudah melampaui batas kewajaran. Menurutnya, kondisi ini tidak hanya merugikan lingkungan, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan masyarakat kecil, khususnya petani.
“Memang benar jika tambang dihentikan, penambang bisa kehilangan pekerjaan. Namun, jangan sampai petani justru yang dikorbankan dengan terus menerus gagal panen akibat dampak tambang liar,” tegasnya.
Lebih jauh, Mikson juga mengkritisi sikap sebagian tokoh masyarakat dan politisi yang seolah memberikan pembelaan terhadap praktik tambang ilegal. “Kalau ada tokoh atau politisi yang masih berpihak pada tambang ilegal, sama saja dia ikut terlibat. Itu jelas memberi contoh yang buruk,” ujarnya lantang.
Ia menekankan perlunya langkah nyata dari pemerintah daerah, terutama Dinas Pertanian, untuk memberikan solusi cepat dan efektif. Menurut Mikson, petani harus diberi jaminan agar tetap dapat berproduksi dengan tenang tanpa terus dihantui ancaman gagal panen. “Situasi ini sudah sangat mengkhawatirkan. Pemerintah harus segera hadir agar petani tidak semakin terpuruk,” tutupnya.









