ANTERONESIA.ID GORUT– Dedy (35), seorang pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang multimedia, mengeluhkan lambatnya penanganan gangguan jaringan internet Indihome yang dialaminya. Gangguan tersebut telah menyebabkan kerugian waktu dan finansial bagi usahanya.
Dedy mengaku telah melaporkan gangguan Loss of Signal (LOS) sejak Rabu, 19 Februari 2025 pagi. Bahkan, adiknya telah mendatangi kantor Telkom Cabang Kwandang berkali-kali untuk meminta penanganan. Namun, gangguan tersebut baru diperbaiki sekitar pukul 12:00 pada Kamis, 20 Februari 2025.
“Saya merasa sangat dirugikan karena usaha saya bergerak di bidang multimedia yang sangat bergantung pada jaringan internet. Sejak kemarin sampai siang ini saya tidak bisa bekerja, padahal ada proyek yang harus segera diselesaikan. Banyak konsumen yang datang ke tempat saya juga terpaksa saya tolak karena gangguan ini.” ujar Dedy kepada awak media, Kamis, 20 Februari 2025.
Selain kerugian waktu dan finansial, Dedy juga menyoroti ketidakadilan dalam kebijakan Indihome. Menurutnya, jika konsumen terlambat membayar tagihan meski hanya satu hari, jaringan akan langsung diputus. Namun, ketika terjadi gangguan, konsumen harus menunggu hingga dua hari untuk mendapatkan penanganan.
“Selama ini, jika konsumen Indihome terlambat satu hari membayar, jaringan pasti langsung diputus. Tapi ketika ada gangguan, kami harus menunggu kadang sampai dua hari baru dikerjakan. Parahnya, waktu gangguan itu tetap dihitung sebagai waktu pemakaian. Ini adalah bentuk monopoli oleh pihak IndiHome,” tegasnya.
Lebih parah lagi, Dedy mengungkapkan bahwa untuk mempercepat penanganan gangguan, ia sering kali harus mengeluarkan uang tambahan untuk diberikan kepada teknisi.
“Ini bukan terjadi hanya sekali, sudah berulang kali. Kadang saya langsung bilang ke teknisi, nanti saya kasih uang lelah, baru gangguan itu langsung ditangani. Ini bukan soal uang, tapi seharusnya Indihome lebih peka dalam menangani keluhan konsumen,” tuturnya.
Dedy juga menyoroti minimnya tenaga teknis dalam pelayanan dan penanganan gangguan oleh pihak Indihome.
“Kami sebagai konsumen hanya bingung saja, apa iya hanya satu atau dua orang tenaga teknis untuk penanganan gangguan? Setiap terjadi gangguan, ketika dihubungi, pasti jawabannya lagi ada di wilayah Atinggola, Anggrek, atau bahkan Wilayah Isimu. Ini harus diperhatikan oleh Indihome. Tenaga teknis harus ditambah. Kami, konsumen, ingin pelayanan yang cepat, terutama ketika terjadi gangguan yang berdampak pada usaha kami,” pungkasnya.
Diketahui, IndiHome adalah layanan digital yang menyediakan internet rumah, telepon rumah, dan TV interaktif (IndiHome TV). IndiHome merupakan produk dari PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom). Hingga berita ini diterbitkan, pihak Indihome PT. Telkom belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan konsumen.









