Anteronesia.id, Gorontalo Utara– Kehadiran Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Drs. Ridwan Monoarfa, di Kecamatan Kwandang bukan sekadar kunjungan kerja biasa. Ia sengaja digandeng oleh Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Utara, Hendra Nurdin, untuk mencari solusi atas persoalan abrasi Sungai Poso yang kini mengancam permukiman warga Desa Poso Kecamatan Kwandang.
Hendra Nurdin mengungkapkan bahwa dirinya memanfaatkan relasi partai politik untuk menarik perhatian pemerintah provinsi terhadap masalah yang dihadapi warganya. Pasalnya, anggaran penanganan abrasi di wilayah tersebut belum masuk dalam alokasi APBD Kabupaten Gorontalo Utara.
“Hadirnya Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mendorong penanganan masalah abrasi melalui koordinasi dengan pemerintah provinsi. Sebab, dengan adanya kebijakan efisiensi anggaran, penanganan abrasi tersebut belum dapat diakomodasi dalam APBD Kabupaten Gorontalo Utara,” ujar Hendra Nurdin kepada awak media.
Politisi Partai NasDem itu menjelaskan, langkah menjemput legislator Deprov dapil Gorut itu langsung ke lokasi dilakukan agar persoalan yang dikeluhkan masyarakat dapat dilihat secara langsung dan diperjuangkan hingga ke tingkat provinsi. Ia berharap, dengan adanya perhatian dari DPRD Provinsi Gorontalo, aspirasi masyarakat terkait abrasi sungai tersebut dapat segera ditindaklanjuti.
“Kami ingin agar persoalan ini tidak berhenti di kabupaten. Melalui Pak Ridwan yang juga dari dapil Gorut dan sebagai Sekretaris DPW NasDem, kami dorong agar ada intervensi dari provinsi sehingga penanganannya bisa segera direalisasikan,” jelasnya.
Hendra menambahkan, jika tidak segera ditangani, abrasi yang dipicu oleh pendangkalan sungai ini dikhawatirkan akan semakin meluas dan membahayakan permukiman warga di sekitar bantaran sungai.
“Harapan kami, dengan turunnya pimpinan DPRD Provinsi, ada solusi nyata yang bisa segera diambil. Jangan sampai warga terus dihantui rasa khawatir setiap kali musim hujan tiba,” pungkasnya.
Sebelumnya, dalam kunjungan tersebut, Ridwan Monoarfa berjanji akan mengoordinasikan persoalan ini dengan Balai Sungai serta berkomunikasi dengan Anggota DPR RI, Rachmat Gobel, mengingat penanganan sungai membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.













