GORONTALO UTARA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Gorontalo Utara menjadi momentum refleksi sekaligus penegasan arah masa depan daerah. Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menyatakan optimisme terhadap peran strategis daerah termuda di Provinsi Gorontalo tersebut, baik di tingkat regional, nasional maupun internasional.
Dalam rapat paripurna istimewa DPRD, Gusnar mengajak seluruh hadirin yang terdiri dari para pejuang pembentukan daerah, unsur Forkopimda, kepala daerah, hingga pelaku usaha, untuk memberikan apresiasi kepada tokoh-tokoh perintis Gorontalo Utara. Ia menegaskan bahwa keberadaan daerah ini bukan hasil instan, melainkan buah perjuangan panjang yang telah dimulai puluhan tahun lalu.
“Gorontalo Utara adalah daerah otonom termuda di Provinsi Gorontalo, tetapi memiliki potensi besar yang harus dikelola dengan kepemimpinan yang tepat,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Gusnar Ismail mengurai tiga kekuatan utama yang diyakini akan membawa Gorontalo Utara melesat dalam 5 hingga 10 tahun ke depan. Pertama, posisi geografis yang berhadapan langsung dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), membuka peluang besar sebagai daerah penyangga sekaligus pemasok kebutuhan logistik.
Kedua, letaknya yang berdekatan dengan jalur strategis internasional di kawasan Laut Sulawesi dan Laut Cina Selatan, pusat dinamika geopolitik dan ekonomi global. Ketiga, keberadaan pelabuhan laut dalam di wilayah Anggrek–Kwandang yang dinilai memenuhi standar internasional dan berpotensi menjadi pintu gerbang ekspor-impor di kawasan utara Sulawesi.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran daerah yang cenderung menurun, Gorontalo Utara justru mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif. Gusnar menilai, hal ini menjadi bukti bahwa efektivitas kepemimpinan dan ketepatan pengelolaan anggaran mampu memberikan hasil nyata.
” Dengan fiskal yang terbatas, tapi ekonomi tetap tumbuh, ini menunjukkan adanya manajemen pemerintahan yang berjalan efektif,” jelasnya.
Ia juga menyoroti tren penurunan angka kemiskinan dan membaiknya distribusi pendapatan masyarakat. Capaian tersebut perlu dipertahankan melalui kebijakan yang tepat sasaran dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Lebih lanjut, Gusnar menekankan pentingnya komunikasi dan kolaborasi lintas sektor. Di tengah perubahan sistem penganggaran nasional yang semakin terpusat, kemampuan kepala daerah membangun jaringan dengan pemerintah pusat menjadi faktor krusial.
“Daerah yang cepat, responsif, dan mampu mengeksekusi program dengan baik, akan lebih mudah mendapatkan dukungan anggaran dari pusat,” tegasnya.
Momentum HUT ke-19 ini pun dijadikan ajakan untuk menyatukan kembali semangat pembangunan. Ia berharap seluruh elemen pemerintah, legislatif, hingga masyarakat terus memperkuat sinergi demi kemajuan daerah.
“Tujuan utama pembentukan Gorontalo Utara adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat. Itu yang harus terus kita jaga dan perjuangkan bersama,” tutupnya.
Dengan modal strategis yang dimiliki, Gorontalo Utara kini tidak lagi sekadar daerah muda, melainkan calon kekuatan baru di kawasan timur Indonesia.









