ANTERONESIA.ID MAKASSAR – Dr. Taufik Ramadhan Biya, Sp.PD, K-EMD resmi menyandang gelar konsultan pertama subspesialis Endokrin, Metabolik, dan Diabetes (EMD) asal Provinsi Gorontalo. Ia menyelesaikan pendidikan di Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dengan nilai sangat memuaskan, Selasa (9/5/2025).
EMD merupakan bidang keahlian yang menangani diabetes melitus, gangguan tiroid (gondok), gangguan endokrin, metabolik, dan obesitas. Dalam penelitiannya, dokter kelahiran Gorontalo Utara ini mengangkat judul “Hubungan antara Resistensi Insulin dan Remnant Cholesterol dengan MAFLD” di bawah bimbingan Dr. dr. Himawan Sanusi, Sp.PD, K-EMD dan Prof. Dr. dr. Andi Makbul Aman, Sp.PD, K-EMD.
Ujian akhir dipimpin Ketua Program Studi Subspesialis Dr. dr. Faridin HP, Sp.PD, K-R dengan tim penguji:
- Prof. Dr. dr. Syakib Bakri, Sp.PD, K-GH
- Dr. dr. Andi Muh. Lutfi Parewangi, Sp.PD, K-GEH
- Dr. dr. Ilham Jaya Patellongi, M.Kes
Penguji eksternal:
Dr. dr. Yuanita Asri Langi, Sp.PD, K-EMD (Fakultas Kedokteran Unsrat).
Pengabdian di Daerah
Sebelumnya, alumnus Fakultas Kedokteran UMI Makassar (S1) dan Program Spesialis Penyakit Dalam Unhas ini pernah bertugas di Rumah Sakit Zainal Umar Sidiki Gorontalo Utara. Kini, ia mengelola Klinik Azkarya di Desa Molingkapoto, Gorontalo Utara – fasilitas kesehatan dengan tenaga medis terampil di jalur Trans Sulawesi.
Istri dr. Taufik, dr. Eva Faradianti, Sp.A, M.Kes, juga merupakan dokter spesialis anak.
“Harapan saya, kehadiran subspesialis EMD dapat meningkatkan layanan kesehatan masyarakat Gorontalo, terutama untuk penanganan diabetes melitus yang prevalensinya terus meningkat,” ujar dr. Taufik usai wisuda.







