Anteronesia.id, Gorontalo Utara– Komisi III DPRD Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) mengingatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk lebih selektif dalam melaksanakan perjalanan dinas. Hal ini disampaikan menyusul alokasi anggaran untuk bidang tersebut yang disebut berada pada titik terendah sepanjang sejarah kabupaten.
Peringatan disampaikan Anggota Komisi III sekaligus anggota Badan Anggaran (Banggar), Windra Lagarusu, dalam rapat kerja dengan Dinkes Gorut, Senin (2/2/2026). Windra menekankan bahwa setiap kebijakan dan perjalanan dinas eksekutif harus memiliki urgensi dan manfaat yang jelas bagi daerah.
“Kita harus sangat selektif menentukan skala prioritas. Bapak dan Ibu di Dinas lebih mengetahui apakah perjalanan ini memang betul-betul dibutuhkan,” tegas Windra, meminta Kepala Dinkes mampu memberikan penjelasan utuh mengenai setiap agenda ke luar daerah.
Windra juga mengingatkan seluruh jajaran Dinkes, sebagai aparatur yang digaji dari pajak rakyat, untuk selalu siap diawasi publik.
“Sedikit saja ada hal yang tidak berkenan, itu bisa langsung jadi pemberitaan,” ujarnya.
Di tengah penekanan pada efisiensi, Komisi III memberikan apresiasi atas capaian akreditasi Puskesmas, di mana lebih dari separuh sudah berstatus Paripurna. Windra menyatakan dukungannya terhadap agenda seperti Family Gathering bagi tenaga kesehatan (nakes) untuk menjaga kesehatan mental.
Terkait infrastruktur, Windra mendorong standarisasi pencahayaan di semua Puskesmas mencontoh Puskesmas Anggrek, sebagai bagian dari konsep “Puskesmas Surga Kasih Sayang” dalam program Gorut Bercahaya. Suasana terang, katanya, memberi dampak psikologis positif bagi pasien.
Sebagai tindak lanjut, Komisi III meminta Dinkes segera menyusun dokumen inventarisasi kekurangan di setiap unit kerja untuk bahan evaluasi dan perencanaan ke depan.







