ANTERONESIA.ID|GORONTALO UTARA– Peringatan Hari Lahir (HARLAH) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ke-53 Tahun di Kabupaten Gorontalo Utara dimanfaatkan sebagai momentum strategis untuk menggulirkan dua program unggulan Pemerintah Daerah, yakni Program Surga Kasih Sayang (SKS) dan Gerakan Pemuda Menuju Gorontalo Utara Produsen Buah 2030 (G.30PB).
Kegiatan berbentuk dialog dan sosialisasi yang berlangsung di Aula Kantor Desa Bahusami, Kecamatan Gentuma Raya, Kamis (6/8/2026) itu dipandu langsung oleh moderator Army Syahrudin Buna, S.Pd. Diskusi berjalan cukup alot dengan beragam pertanyaan kritis yang dilontarkan moderator maupun para peserta undangan kepada para pemateri.
Acara ini menghadirkan tiga pembicara utama, yaitu:
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Gorontalo Utara, Yolanda Giola, SH., M.M. (materi Program SKS),
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Gorontalo Utara, Asri Menu, S.Pt. (materi Program G.30PB),
Ketua DPD KNPI Gorontalo Utara, Yowan Sukarna.
Program SKS
Dalam pemaparannya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Gorontalo Utara, Yolanda Giola, SH., M.M., menegaskan urgensi Program Surga Kasih Sayang (SKS) di tengah kondisi darurat kekerasan yang melanda daerah.
“Gorontalo Utara beberapa tahun terakhir menjadi kabupaten tertinggi se-Provinsi Gorontalo dalam angka kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ungkap Yolanda di hadapan peserta dialog.
Ia menjelaskan bahwa dari data yang ada, kekerasan terhadap anak justru lebih mendominasi dibandingkan kekerasan terhadap perempuan.
“Kekerasan terhadap anak yang lebih banyak, baik kekerasan seksual, fisik, maupun psikis. Ini adalah pekerjaan kita semua: pemerintah daerah, kecamatan, desa, keluarga, hingga peran pemuda termasuk KNPI,” tegasnya.
Untuk menurunkan angka tersebut, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara melalui Bupati dan Wakil Bupati menggagas program inovasi Surga Kasih Sayang (SKS). Program ini bertujuan membangun ketahanan keluarga, mewujudkan keharmonisan rumah tangga, serta mencegah berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Menjadikan rumah tangga sebagai tempat yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang bagi seluruh anggotanya,” jelas Yolanda.
Yolanda memaparkan tiga pilar utama yang menjadi fondasi Program SKS:
1. Makan bersama keluarga
2. Curhat di dalam rumah
3. Wisata bersama keluarga
Yolanda optimis bahwa Program Surga Kasih Sayang (SKS) dapat menjadi pilar utama dalam menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Gorontalo Utara.
“Kami terus menggenjot, terus melakukan sosialisasi di berbagai sektor. Saya mengajak masyarakat Gorontalo Utara, khususnya Kecamatan Gentuma Raya, mari kita memulai pembiasaan menerapkan kegiatan SKS ini dari lingkungan kita sendiri dulu. Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman KNPI yang telah menggagas kegiatan ini,” pungkasnya.
G.30PB: Peta Jalan Gorontalo Utara Menuju Produsen Buah 2030
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Gorontalo Utara, Asri Menu, S.Pt., memaparkan materi tentang Gerakan Pemuda Menanam, Menuju Gorontalo Utara Produsen Buah 2030 (G.30PB).
Gerakan 2030 Produsen Buah merupakan program inovasi daerah yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara. Program ini dirancang sebagai peta jalan (roadmap) jangka panjang untuk mentransformasi wilayah Gorontalo Utara menjadi salah satu pusat penghasil buah utama pada tahun 2030.
Asri menjelaskan bahwa fokus utama program ini adalah target penanaman satu juta pohon buah di seluruh wilayah kabupaten. Namun, ia menegaskan bahwa pencapaian target tersebut tidak bisa instan dan membutuhkan proses bertahap.
“Tahun 2027 target kita adalah 10 ribu pohon buah yang sudah tertanam. Tentu ini pelan-pelan kita lakukan. Kami sadari bahwa program ini tidak semudah membalikkan telapak tangan langsung jadi. Ada proses, ada tahap yang kita lalui, termasuk sosialisasi G.30PB.” jelasnya.
Asri juga menyampaikan bahwa pihaknya akan memfasilitasi penyediaan bibit pohon buah bagi masyarakat.
“Nanti kepala desa menyurati kami di dinas untuk mendapatkan bibit,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka bagi siapa saja yang ingin mendukung G.30PB, termasuk dalam bentuk pemberian bantuan bibit buah. Lebih lanjut, Asri menjelaskan bahwa program G.30PB ini berkesinambungan dengan Gerakan Agro Mopomulo yang telah digagas oleh pemerintah daerah sebelumnya dan sudah berjalan.












