Camat Tomilito Bawa Keluhan Warga ke Rapat Perkopimda: Tolak Overload Truk Pengangkut Kayu HTI

Anteronesia.id, Gorontalo Utara – Camat Tomilito, Rafiq Rahmola, mengecam keras aktivitas muatan berlebih (overload) yang dilakukan oleh perusahaan pengangkut kayu milik HTI (Hutan Tanaman Industri) di wilayahnya. Kecaman ini disampaikan menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait kerusakan infrastruktur dan ancaman keselamatan akibat truk-truk perusahaan yang melintas dengan muatan melebihi kapasitas.

Keluhan tersebut ditindaklanjuti Rafiq dalam rapat Pimpinan Koordinasi Pemerintahan Daerah (Perkopimda) Gorontalo Utara. Dalam forum tersebut, ia memaparkan peta kondisi di lapangan, khususnya di wilayah Molantadu, Kecamatan Tomilito.

“Jadi kondisi jalan di Molantadu sudah rusak karena pengaruh mobil-mobil perusahaan pengangkut kayu yang muatannya overload. Saat musim panen seperti sekarang, masyarakat kesulitan untuk mengangkut hasil panen mereka,” ujar Rafiq saat diwawancarai. 16/3/2026.

Rafiq menjelaskan, jalan yang dikeluhkan masyarakat tersebut merupakan infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah daerah untuk menopang akses pertanian warga. Jalan itu kemudian hanya disambung oleh perusahaan HTI hingga ke area lahan mereka. Namun, akibat dilintasi kendaraan perusahaan dengan muatan berlebih, jalan yang dibangun untuk kepentingan publik tersebut kini rusak parah.

“Sebelum ada lahan HTI, di sana adalah lahan pertanian masyarakat. Jalan di Molantadu itu dibangun pemerintah daerah untuk menopang akses pertanian. HTI hanya menyambung jalan tersebut sampai ke lahan mereka. Jadi jalan yang dibangun pemerintah ini sudah rusak karena dilewati mobil perusahaan yang muatannya melebihi kapasitas,” lanjutnya.

Selain kerusakan jalan, Rafiq juga menyoroti ancaman keselamatan yang membayangi warga akibat aktivitas overload tersebut. Kondisi jalan yang sempit membuat potensi kecelakaan lalu lintas semakin tinggi.

“Bukan hanya kondisi jalan, keselamatan masyarakat juga terancam dari muatan overload ini. Apalagi kondisi jalannya sempit, tentunya rawan kecelakaan,” tandasnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap warganya, Rafiq mengambil inisiatif untuk membawa persoalan ini ke dalam rapat Perkopimda meskipun agenda utama rapat bukan membahas hal tersebut.

“kenapa saya petakan di rapat porkopimda, selain aduan masyarakat, saya juga sudah menghubungi pihak manegement PT. Gema Nusantara Jaya beberapa waktu lalu, dan mereka janji akan menindak lanjuti informasi yang saya berikan, tetapi sudah 2 minggu tetap armada yang muat kayu tetap beroprasi dengan muatan overload.” pungkasnya.

Bagikan:   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *