BNN Gorut Catat Kinerja Positif Sepanjang 2025

Anteronesia.id, Gorontalo Utara – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) mencatat capaian kinerja yang signifikan dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) selama tahun 2025. Hal tersebut disampaikan dalam Press Rilis Akhir Tahun pada Senin (29/12/2025).

Kepala BNN Gorut, Ismiyati Rustam Tuna, S.K.M., M.Kes, yang didampingi oleh Kepala Tim Pemberantasan, Rehabilitasi, serta Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), mengungkapkan sejumlah pencapaian penting.

Dalam hal asesmen, BNN Gorut telah melaksanakan Asesmen Terpadu terhadap 6 orang, melampaui target awal 2 orang, sehingga realisasinya mencapai 300%.

“Capaian ini menjadi bukti keseriusan BNN Gorut dalam menangani penyalahgunaan narkoba secara komprehensif dan humanis,” ujar Ismiyati.

Pada program pemetaan Desa Bersinar (Bersih Narkoba), dari total 123 desa di Gorut, diperoleh data 6 desa berstatus Aman, 40 desa Siaga, 76 desa Waspada, dan 1 desa berstatus Bahaya.

“Data ini menjadi acuan penting dalam menentukan strategi pencegahan dan intervensi ke depan,” jelasnya.

Ismiyati juga memaparkan berbagai program yang dijalankan untuk memperkuat P4GN, seperti Desa Bersinar, Ketahanan Keluarga Anti Narkoba, penandatanganan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, serta BNN Goes To School. Upaya ini didukung oleh 25 penggiat P4GN dari unsur masyarakat.

Di bidang deteksi dini, BNN Gorut telah melakukan tes urin terhadap 180 sampel dengan hasil seluruhnya negatif. Sementara pada layanan rehabilitasi, tercatat 2 klien kasus sabu, 6 klien rawat jalan, dan 4 klien terkait bahan aditif.

Ismiyati menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam memerangi narkoba. Ia berharap masyarakat tidak ragu melaporkan jika mengetahui adanya penyalahgunaan narkoba.

“Kita harus mengubah mindset masyarakat. Selama ini banyak yang takut melapor ke BNN, padahal tidak perlu takut. Kami di BNN tidak serta-merta langsung memasukkan ke penjara. Tidak perlu takut untuk memberikan informasi,” tegas Ismiyati.

Bagikan:   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *