ANTERONESIA.ID, KWANDANG, GORONTALO UTARA– Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi Gorontalo Utara (AMPDG) mempertanyakan integritas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) dalam mengawasi pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Kritik tersebut disampaikan langsung dalam aksi damai ke kantor Bawaslu Gorut pada Senin (21/04/2025).
Koordinator aksi AMPDG, Zulmawardin, menegaskan ketidakpercayaan terhadap kinerja Bawaslu.
“Kami menyampaikan mosi tidak percaya karena Bawaslu dinilai tidak serius mengawasi tahapan PSU,” tegasnya.
Menurutnya, hingga saat ini tidak ada temuan pelanggaran yang diungkap Bawaslu maupun pengawas berjenjang, termasuk di tingkat TPS.
“Padahal, banyak dugaan pelanggaran seperti politik uang dan lainnya, tetapi tidak ada yang terungkap oleh Panwas atau Bawaslu,” jelas Zulmawardin.
Ia menyayangkan bahwa laporan pelanggaran justru berasal dari inisiatif masyarakat, bukan dari temuan pengawas.
“Bawaslu harus transparan dalam menangani dugaan pelanggaran selama PSU,” tandasnya.









