AnteroNesia.id, Gorontalo Utara– Aliansi Pemuda Gorontalo Utara Menggugat (APGUM), gelar demonstrasi di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara. (27/10).
Dibawah komando Indra Rohandi selaku koordinator lapangan (Korlap), mengutarakan delapan tuntutan yang menjadi objek krusial persoalan di Gorontalo Utara, aksi demonstrasi ini timbul karena keterpanggilan dari hati nurani dari Aliansi Pemuda Gorontalo Utara.
Ada pun delapan tuntutan terhadap keresahan yang terjadi di Kabupaten Gorontalo Utara, antara lain :
- Revitalisasi Sistem Retribusi pasar dan parkir pada pasar modern dan pasar tradisional se Gorontalo Utara.
- Mengalokasikan dana CSR guna untuk pembuatan Perda ketenagakerjaan lokal dan mendirikan balai latihan kerja (BLK).
- Meminta grosir Alfamart dan indomaret untuk bisa berpartisipasi membeli UMKM guna pemasaran dan menekan harga sewa tempat Booth di perairan halaman alfamart dan indomaret.
- Memeberi legalitas PPPK paruh waktu pada sopir-sopir Ambulance.
- Menyegarkan dugaan TGR pada setiap OPD yang menyelesaikan.
- Mereview honore TAPD, honor starting, honor inflasi, honor bencana dan jamuan tamu.
- Mengoptimalkan pembagian seluruh OPD, guna membagi diri mengambil ketring pada kantin-kantin yang ada di Blok Plan.
- Mengevaluasi 100 kerja Bupati Gorontalo Utara.
“8 tuntutan Ini merupakan kepentingan rakyat yang harus dipenuhi serta peningkatan fiskal daerah dan peningkatan ekonomi kerakyatan serta menciptakan SDM lokal yang berdaya saing,” Ujar Indra saat menyampaikan tuntutan di hadapan Pimpin DPRD Gorut.
Wakil Ketua II DPRD Gorut, Ridwan Riko Arbie, di dampingi Anggota Fraksi Golkar, NasDem, Hanura-PKS, dan Faksi PDI-P, menerima masa aksi, Ridwan Mengatakan DPRD mengapresiasi atas sikap kritis yang di sampaikan para pemuda, dan hal ini akan ditindaklanjuti.
“Kami menerima dan akan menindaklanjuti aspirasi ini melalui mekanisme resmi dewan.” ujar Ridwan













