ANTERONESIA.ID, Gorontalo Utara – Aktivis Aliansi Mahasiswa, Masyarakat, dan Pemuda Daerah (Ammpd) Gorontalo Utara, Indra Rohandi, melayangkan kritik keras terhadap Kepala Satker Wilayah II BPJN Gorontalo yang dinilai memilih bungkam alias diam terkait dugaan pengabaian standar keselamatan kerja (K3) pada proyek jalan nasional.
Menurut Indra, sikap tutup mulut Kepala Satker sangat tidak pantas di tengah sorotan publik mengenai dugaan lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan proyek jalan nasional.
“Kepala Satker seharusnya hadir memberikan penjelasan dan pertanggungjawaban kepada publik. Diam justru memperbesar kecurigaan ada masalah serius dalam pengawasan proyek,” tegas Indra. Kamis, 28 Agustus 2025.
Ia juga menegaskan bahwa Kepala Satker Wilayah II BPJN Gorontalo perlu mendapat perhatian serius dari Kepala Balai.
“Kami minta Kepala Balai segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kepala Satker Wilayah II. Jika perlu, ganti saja dengan orang yang benar-benar berintegritas dan berani transparan kepada publik,” ujar Indra.
Ia menambahkan, proyek jalan nasional dengan anggaran besar itu menggunakan uang rakyat, sehingga wajib dijalankan sesuai aturan, termasuk menghadirkan petugas K3 di lapangan.
“Kalau kontraktor dibiarkan bekerja tanpa standar K3, lalu Kepala Satker memilih diam, artinya mereka ikut membiarkan aturan dilanggar,” tambah Indra.
AMMPD memastikan akan terus mendesak agar Kepala Satker Wilayah II BPJN Gorontalo tidak lagi bungkam, melainkan terbuka dan transparan kepada publik. Jika tidak, pihaknya siap membawa persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi.







