ANTERONESIA.ID, GORONTALO – Aktivis Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Daerah (AMMPD) Cabang Gorontalo Utara, Indra Rohandi Parinding, menilai peran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota belum berjalan maksimal. Ia bahkan menuding Kesbangpol terkesan ogah-ogahan dalam menanggapi berbagai situasi yang seharusnya menjadi bagian dari fungsi utama lembaga tersebut.
Menurut Indra, Kesbangpol seharusnya berperan sebagai “mata dan telinga” pemerintah dalam memantau, mengantisipasi, serta merespons berbagai dinamika sosial di masyarakat. Namun, realitas di lapangan menunjukkan fungsi tersebut masih sangat lemah.
“Kesbangpol itu bukan sekadar hadir saat aksi atau hanya menjadi penonton seperti wasit. Mereka harus proaktif dalam melakukan komunikasi, mitigasi isu, hingga pencegahan potensi masalah sejak dini. Jangan hanya menjadi ‘pahlawan kesiangan’ atau sebatas membuat laporan tanpa tindak lanjut,” tegas Indra saat mengikuti aksi bersama Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Provinsi Gorontalo, Kamis (28/08/2025)
Indra juga menyoroti lemahnya koordinasi yang dijalankan Kesbangpol baik secara internal maupun eksternal. Padahal, menurutnya, peran ini sangat vital dalam menjaga situasi agar tetap kondusif.
“Saya berharap pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota lebih serius memperkuat peran Kesbangpol, khususnya dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Jika peran ini dijalankan dengan baik, maka pencegahan potensi konflik bisa dilakukan lebih dini dan stabilitas daerah dapat terjaga,” tandasnya.










