ANTERONESIA.ID, Gorontalo Utara – Sebanyak 450 prajurit Batalyon Infanteri Raider (Yonif) 715/Motuliato yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-Papua Nugini (Satgas Pamtas RI-PNG) dibawah pimpinan Letkol Inf Prawito, akhirnya kembali ke markas mereka di Gorontalo Utara, setelah menjalankan tugas selama kurang lebih 12 bulan. Kedatangan mereka disambut dalam upacara tradisi penerimaan personel purna tugas Satgas Pamtas, sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka di wilayah operasi.
Acara yang digelar pada Rabu (6/8/2025) tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon (Danyon) 715/Motuliato, Letkol Inf Prawito. Dalam sambutannya, Ia menegaskan bahwa tradisi penerimaan prajurit usai penugasan merupakan warisan leluhur yang bertujuan memberikan kebanggaan, motivasi, dan semangat bagi seluruh personel.
“Tradisi ini diciptakan oleh para pendahulu kita untuk memberikan apresiasi atas dedikasi prajurit Motuliato setelah bertugas di medan operasi selama hampir setahun,” ujar Prawito.
Meski telah menyelesaikan misi pengamanan perbatasan, Prawito mengingatkan bahwa tanggung jawab prajurit tidak berhenti sampai di sini.
“Kembalinya kita ke satuan ini bukan berarti tugas kita sebagai prajurit selesai. Mungkin penugasan selama 12 bulan di Puncak Jaya telah usai, tetapi tantangan ke depan justru semakin banyak,”tegasnya.










