AnteroNesia.id, Gorontalo Utara – Pelaksanaan kampanye akbar Partai NasDem di Kabupaten Gorontalo Utara di hadiri Wakil Ketua DPR-RI, H. Rachmat Gobel, bersama Prof. Dr. Rustam Hs. Akili dan Prof. Dr. Ir. Winarni Monoarfa sebagai caleg DPR-RI dari Partai NasDem, memukau lebih dari 1.000 pendukung. Sabtu (09/12/2023)
Kampanye mengusung agenda pembangunan Pelabuhan Internasional Anggrek dan Kawasan Ekonomi Khusus sebagai langkah awal kemajuan Gorut dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo.
Dalam orasinya, Prof. Rustam Akili, sebagai salah satu caleg DPR RI Partai NasDem nomor 2, menyampaikan bahwa Partai NasDem tidak menerapkan mahar untuk calegnya, serta memiliki prinsip koalisi tanpa syarat dalam mengusung calon kepala daerah dan presiden.
Prof. Rustam menyampaikan bahwasanya demokrasi adalah pesta rakyat dalam menentukan pilihan wakilnya selama 5 tahun kedepan sehingganya Prof Rustam mengajak seluruh pemilih agar menggunakan hak pilihnya dengan hati dan niat yang tulus serta selalu menghindari money politik agar wakil rakyat yang terpilih bisa benar-benar bekerja dan mewakili rakyat menuju kesejahteraan yang diharapkan oleh masyarakat.
Prof. Rustam menegaskan bahwa Pemilu Legislatif (Pileg) adalah kesempatan emas bagi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman politik dan lebih mengenal calon wakil rakyat. Namun, yang lebih menarik, ia mengumumkan bahwa Partai Nasdem memiliki sikap politik anti mahar, di mana tidak ada ruang untuk praktik politik uang yang biasa dikenal dengan istilah mea-mea dan biu-biu.

“Sikap politik di Partai Nasdem itu yang pertama adalah politik tanpa mahar. Jadi meskipun saya punya uang, saya tidak akan memberikannya kepada bapak dan ibu sekalian. Tidak ada mea-mea maupun biu-biu. Memberi uang itu adalah sikap tidak mendidik. Kalau saya kasih, itu sama saja merendahkan martabat ibu dan bapak sekalian,” tegas Prof. Rustam.
Lebih lanjut, Prof. Rustam mengungkapkan tiga pilar sikap politik Partai Nasdem, termasuk koalisi tanpa syarat dan tidak ada toleransi terhadap korupsi. Dalam konteks politik uang, dia menyatakan bahwa praktek tersebut dapat merusak demokrasi dan kehidupan sosial masyarakat.
“Tujuan kita melaksanakan Pemilu itu adalah memilih wakil-wakil kita yang bisa dipercaya. Bukan memilih siapa yang membayar bapak dan ibu sekalian. Budaya politik uang adalah salah satu ciri khas korupsi dalam suatu sistem politik. Mau maju jadi Caleg saja sudah korupsi, bagaimana kalau sudah duduk jadi wakil rakyat?” tambahnya.
Sementara itu, Prof. Winarni Monoarfa menggarisbawahi pentingnya sinergi dalam membangun Provinsi Gorontalo, dengan menyampaikan pengalamannya sebagai dosen dan birokrat.
Ditempat yang sama, Rachmat Gobel yang merupakan Caleg DPR RI yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI menjelaskan rencana pembangunan pusat ekonomi baru yang akan mengubah perekonomian Gorontalo. Ia menegaskan pentingnya membangun sektor pertanian, perikanan, dan industri pangan, serta menyoroti posisi Gorut yang strategis dalam menghadapi rencana pembangunan Ibukota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
Rachmat Gobel menyoroti posisi strategis Gorut sebagai lokomotif utama bagi perubahan dan pembangunan di daerah tersebut, dengan investasi mencapai Rp 1,4 triliun dan menciptakan lapangan kerja untuk sekitar 100 ribu tenaga kerja.
Rachmat Gobel menegaskan pentingnya mengurangi kemiskinan dengan menciptakan lapangan kerja berkelanjutan di Gorontalo.
Dalam kampanye tersebut, Rachmat Gobel juga memaparkan pencapaiannya sebagai anggota DPR-RI dalam menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru serta arena rekreasi, seperti penataan Danau Perintis, Pantai Tamendao, dan merias Menara Limboto dengan ribuan lampu. (Red)












