ANTERONESIA.ID (GORUT) – Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Gorontalo Utara, AKP Muhammad Arianto, mengungkapkan bahwa pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium forensik sebagai bagian dari proses pembuktian dalam penyelidikan kasus kematian Yulia Sinta Sangala.
“Petunjuk dalam kasus ini benar-benar kabur. Semua yang sempat kami curigai telah diperiksa, namun mereka memiliki alibi yang kuat,” ujarnya kepada awak media, Minggu (18/5).
Upaya pengungkapan melalui keterangan para saksi pun belum membuahkan hasil yang signifikan.
“Saksi yang kami harapkan bisa memberikan titik terang, justru terkadang membuat perkara ini semakin kabur,” tambahnya.
Meski dihadapkan pada berbagai kendala, pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk terus mengusut kasus ini hingga tuntas.
“Kami terus mendalami kasus ini dan berharap hasil laboratorium forensik dapat memberikan arah baru dalam pengusutan,” tegas AKP Arianto.
Sebelumnya, keluarga korban mulai menyuarakan kekecewaan terhadap lambannya perkembangan kasus yang telah bergulir lebih dari empat bulan.
Rivaldi Uping, salah satu kerabat korban, mempertanyakan transparansi dan keseriusan penanganan kasus ini.
“Kami sangat kecewa. Sudah empat bulan lebih, tapi belum ada kejelasan. Ini menimbulkan keresahan dan tanda tanya besar di masyarakat. Mengapa belum juga diselesaikan? Apakah ada intervensi yang menghambat proses hukum?” ujarnya.
Rivaldi menegaskan bahwa kematian Yulia bukan hanya sekadar kehilangan seorang anak, tetapi juga menjadi cerminan lemahnya perlindungan hukum terhadap anak-anak.
Pihak keluarga berharap agar Polres Gorontalo Utara dapat segera mengungkap kasus ini secara transparan dan memberikan keadilan bagi korban serta keluarganya.







