ANTERONESIA.ID GORONTALO – Belum selesai persoalan keluhan petani yang jagung hasil tenam mereka di tolak oleh pihak Bulog, Kali ini kembali sejumlah petani jagung di Gorontalo mengeluhkan persoalan serius terkait selisih perhitungan timbangan di gudang Bulog.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pada Jumat (9/5/2025) salah satu petani meminta perhitungan kembali dengan pihak Bulog akibat terjadi selisih timbangan jagung yang signifikan antara catatan petani dengan data Bulog.
Proses administrasi yang tumpang tindih dan SOP pihak Bulog turut mempersulit penyelesaian masalah ini.
“Kami sebagai pemilik jagung dilarang melakukan pencatatan mandiri. Padahal pencatatan paralel penting untuk mencocokkan data jika ada selisih pembayaran,” ujar salah satu petani, Kamis (9/5/2024).
Persoalan ini menyebabkan beberapa mitra tani belum menerima pembayaran hingga hari ini akibat ketidaksesuaian data timbangan antara catatan awal petani di lokasi dengan hasil timbangan di gudang Bulog.
Sementara itu, pihak pegawai Bulog yang ditemui di lokasi gudang telaga tak ada satupun yang mau memberikan keterangan resminya.
“Langsung saja konfirmasi pimpinan kami pak” ucap salah satu staf Bulog yang belakangan diketahui bertugas untuk mengecek pembayaran jagung petani













