Anteronesia.id, Gorontalo Utara– Peningkatan status Puskesmas Dulukapa di Kecamatan Sumalata Timur, Kabupaten Gorontalo Utara, dari puskesmas rawat jalan menjadi puskesmas rawat inap dinilai sebagai kebutuhan mendesak. Tokoh masyarakat yang juga mantan anggota DPRD Gorontalo Utara, Rizan Demanto menilai kebijakan ini akan memperkuat akses layanan kesehatan tingkat pertama yang selama ini belum merata di wilayah timur Gerbang Emas.
Rizan menilai bahwa kebijakan peningkatan status puskesmas tersebut merupakan langkah strategis yang harus segera direalisasikan oleh pemerintah daerah. Menurutnya, keberadaan puskesmas dengan fasilitas rawat inap akan menjawab persoalan jarak tempuh yang jauh menuju rumah sakit, sekaligus mengurangi kepadatan pasien di rumah sakit rujukan.
“Peningkatan status puskesmas dari rawat jalan menjadi rawat inap diperlukan karena beberapa alasan strategis dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Pasien bisa dirawat lebih cepat, mengurangi keterlambatan penanganan, dan pelayanan menjadi lebih dekat dengan masyarakat,” ujar Rizan, Selasa (24/3/2026).
Ia menjelaskan, tanpa fasilitas rawat inap, pasien dengan kasus non-spesialis terpaksa harus dirujuk ke rumah sakit yang berjarak cukup jauh. Kondisi ini dinilai tidak efektif, terutama dalam penanganan gawat darurat dan persalinan yang membutuhkan penanganan cepat.
“Dengan rawat inap, puskesmas bisa menangani kasus non-spesialis sehingga rumah sakit dapat lebih fokus pada penanganan kasus berat,” kata mantan anggota DPRD Gorontalo Utara itu.
Rizan juga menyoroti pentingnya kebijakan ini dalam mendukung program pemerintah daerah, terutama dalam pemerataan layanan kesehatan, penurunan angka kematian ibu dan bayi, serta penguatan layanan kesehatan tingkat pertama. Ia menambahkan, keberadaan puskesmas rawat inap akan membuat pelayanan kesehatan 24 jam lebih optimal, dengan ketersediaan dokter jaga, perawat, dan ruang perawatan yang memadai.
Dari sisi ekonomi, kata dia, kebijakan ini juga memberikan efisiensi biaya bagi masyarakat. Rawat inap di puskesmas dinilai lebih murah dibandingkan rumah sakit karena masyarakat tidak lagi mengeluarkan biaya transportasi jarak jauh.
“Yang paling penting adalah efisiensi biaya bagi masyarakat. Rawat inap di puskesmas lebih murah karena tidak perlu biaya transport jauh, sehingga masyarakat menjadi lebih terbantu,” tegasnya.
Rizan mengajak seluruh elemen masyarakat, aktivis, serta tokoh masyarakat untuk bersama-sama mendorong pemerintah daerah agar kebijakan peningkatan status Puskesmas Dulukapa dapat segera terealisasi.
“Dengan kebersamaan dan kekuatan kita, Insya Allah perjuangan ini bisa terwujud demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.












