ANTERONESIA.ID|GORONTALO UTARA— Pelaksanaan Musyawarah Antar Desa (MAD) BUMDesma Tomilito untuk pemaparan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) hingga kini masih belum jelas kapan akan digelar. Direktur BUMDesma Tomilito, Amir Ismail, mengaku pengurus telah menyelesaikan laporan secara administrasi dan tinggal menunggu kesiapan Pemerintah Kecamatan Tomilito.
“Secara administrasi pengurus sudah siap, menunggu kesiapan pemerintah kecamatan,” kata Amir saat dikonfirmasi, Jumat (2/10/2026).
Amir menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Camat Tomilito agar MAD dapat dilaksanakan dalam waktu dekat.
“Insyaallah soal MAD, saya akan berkoordinasi dengan Pak Camat agar dilaksanakan minggu depan,” pungkasnya.
Terkait program G2-10 Plus, Amir mengungkapkan bahwa jumlah ternak kambing yang berada di Mini Ranch Tomilito masih sama dengan laporan terakhir.
“Untuk jumlah kambing sampai saat ini masih dengan jumlah yang dilaporkan terakhir, tidak berkurang dan belum bertambah.,” ujarnya.
Pemberitaan sebelumnya, Camat Tomilito sekaligus Dewan Pembina BUMDesma Tomilito, Rafiq Rahmola, mengakui bahwa dokumen LPJ sebenarnya sudah ada, namun masih terdapat kekurangan sehingga perlu disesuaikan dengan tata kelola laporan keuangan terbaru tentang BUMDes. MAD yang digelar sebelumnya pun baru sebatas evaluasi, bukan pemaparan LPJ resmi.
“MAD tetap jadi dilaksanakan, namun sejatinya untuk pemaparan Laporan Pertanggungjawaban. Dokumen sudah ada, namun dokumen tersebut masih ada kekurangan, sehingga masih perlu penyesuaian dengan tata kelola laporan keuangan terbaru tentang BUMDes. Sehingga MAD kemarin baru bentuk evaluasi,” kata Rafiq saat diwawancarai, Kamis (14/5/2026).
Dalam pemberitaan sebelumnya yang berjudul “Pilot Project G2-10 Plus Kian Gelap: Setelah LPJ Mandek, Kini 5 Kambing Lenyap dari Mini Ranch”, disebutkan bahwa puluhan ternak ayam dan kambing diklaim mati akibat serangan wabah. Dari jumlah awal 50 ekor ayam, sebanyak 45 ekor mati secara serentak. Sementara dari 38 ekor kambing, 23 ekor di antaranya mati massal karena wabah, sehingga tersisa 15 ekor di kandang Mini Ranch.
Namun, awak media kembali melakukan penelusuran ke markas G2-10 Plus di Mini Ranch Tomilito dan menemukan bahwa kambing yang sebelumnya dikabarkan tersisa 15 ekor, kini hanya tinggal 10 ekor. Pertanyaan besar pun muncul: ke mana perginya 5 ekor kambing tersebut?
Saat awak media mencoba mengonfirmasi hal tersebut,Direktur BUMDesma Motabi Tilango Tomilito, Amir Ismail, memilih bungkam kala itu. Ia tidak memberikan tanggapan apapun terkait hilangnya 5 ekor kambing yang seharusnya masih berada di kandang Mini Ranch.
Hingga berita ini diturunkan, publik masih menunggu jadwal pasti MAD lanjutan untuk pemaparan LPJ yang lengkap dan transparan. Hal ini sebagai bentuk pertanggungjawaban pengelolaan program G2-10 Plus serta modal desa Rp50 juta dari 10 desa se-Kecamatan Tomilito.
Perlu diketahui, kandang Mini Ranch Tomilito yang menjadi pilot project Program strategi Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu G2-10 Plus, ini terus menjadi sorotan. Mulai dari kematian massal yang belum bisa dibuktikan, hingga hilangnya ternak tanpa kejelasan.












