Lapangan Bola Senilai Rp350 Juta di Gorontalo Utara Diduga Tak Layak, BPK dan Polisi Diminta Usut

ANTERONESIA.ID, GORONTALO UTARA– lapangan bola di Desa Molantadu, Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara, yang dibangun dengan anggaran desa sekitar Rp350 juta pada 2023, diduga bermasalah dan tidak layak pakai. Aktivis lingkungan, Indra Rohandi Parinding, menduga kuat adanya pelanggaran dalam mekanisme penganggaran dan pelaksanaan proyek pembangunan tersebut.

Indra menilai kualitas lapangan yang terbangun tidak sebanding dengan besaran anggaran yang dikeluarkan. Ia menyoroti permukaan yang tidak rata dan sistem drainase yang buruk, sehingga menimbulkan genangan air saat hujan.

“Lapangan ini sangat memprihatinkan. Padahal, dana yang digelontorkan cukup besar. Kami menduga ada ketidaktransparanan dalam proses penganggaran maupun pelaksanaan pembangunannya.”ujar Indra, Jumat (25/8/2023).

Akibat drainase yang tidak berfungsi, masyarakat setempat mengeluh lapangan tersebut justru menjadi sarang nyamuk dan tidak dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan umum.

“Ini kan harusnya untuk kepentingan umum, tapi malah tidak bisa dipakai dengan baik,” keluh salah seorang warga.

Menyikapi hal itu, Indra secara resmi meminta aparat penegak hukum, termasuk Kepolisian dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), untuk mengusut tuntas dugaan maladministrasi dan penyimpangan dalam proyek tersebut.

Ia menekankan pentingnya pemeriksaan menyeluruh, mulai dari Rencana Anggaran Biaya (RAB), proses tender, hingga kualitas hasil pembangunan akhir.

“Proyek seperti ini harusnya bisa diaudit, apakah benar sesuai spesifikasi teknis atau tidak,” tegasnya.

Indra berharap kasus ini segera ditindaklanjuti untuk menegakkan akuntabilitas penggunaan dana desa.

“Anggaran desa harus benar-benar digunakan untuk kesejahteraan masyarakat, bukan proyek yang asal-asalan,” pungkas aktivis tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Molantadu belum memberikan pernyataan atau tanggapan resmi terkait dugaan tersebut.

Bagikan:   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *