ANTERONESIA.ID GORUT – Ketua KNPI Kecamatan Monano, Susirohowuna atau biasa juga di sapa Igo, menyoroti persoalan banjir yang kerap melanda wilayah Monano dalam sebulan terakhir. Sejumlah desa terdampak seperti Tolitehuyu, Tudi, dan Mokonowu mengalami banjir berulang yang semakin memperparah kondisi masyarakat.
Menurut Igo, banjir di Kecamatan Monano kini tak lagi hanya merendam lahan pertanian, tetapi sudah mulai masuk ke rumah-rumah warga yang sebelumnya tidak pernah terdampak.
“Ini memperlihatkan bahwa kondisi banjir dari tahun ke tahun semakin parah,” ujarnya, Sabtu (12/4)
Ia menilai, permasalahan ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah provinsi, baik di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa. Diperlukan langkah konkret untuk mengurai penyebab banjir, baik dari sisi tata kelola lingkungan maupun sistem drainase yang ada.
“Dampaknya sangat besar. Banyak warga mengalami kerugian material, rumah rusak, dan belum ada bantuan berarti dari pemerintah,” katanya.
Lebih lanjut, Igo mengungkapkan bahwa hingga dua hari pascabanjir terakhir, belum ada bantuan dari pemerintah daerah maupun instansi terkait yang turun ke lapangan. Ia pun mendesak adanya respon cepat berupa bantuan makanan siap saji, alat pembersih lumpur, serta kebutuhan darurat lainnya.
“Kami minta pemerintah tidak tutup mata. Masyarakat membutuhkan kehadiran dan kepedulian nyata di tengah bencana,” tegasnya.













