Anteronesia.id, Gorontalo Utara– Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Utara, Dedi Dunggio, menyampaikan keprihatinannya atas kelangkaan gas LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram yang terjadi di wilayahnya sejak awal Ramadan 1447 Hijriah. Kondisi ini dinilai sangat krusial karena bertepatan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat selama bulan suci.
Dedi menegaskan bahwa kelangkaan tersebut tidak hanya menyulitkan rumah tangga, tetapi juga para pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada LPG bersubsidi. Menurutnya, antrean panjang dan kekosongan stok di pangkalan menjadi sinyal kuat perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi di Gorontalo Utara.
“Gas elpiji 3 kg adalah kebutuhan dasar masyarakat kecil. Kelangkaan ini sangat membebani warga, terutama pedagang kecil,” ujar Dedi. Senin, 23/2/2026.
Selain persoalan stok, Dedi juga menyoroti maraknya penjualan gas di luar pangkalan resmi dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Ia bahkan menerima laporan adanya pasokan gas dari luar daerah, yakni Kabupaten Gorontalo yang ditandai dengan tabung kepala merah, yang dijual dengan harga tinggi di wilayahnya.
“Praktik ini semakin memperparah kondisi. Saya meminta aparat penegak hukum dan dinas terkait menindak tegas oknum yang bermain,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Ketua DPRD mendorong instansi terkait untuk segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke agen dan distributor guna mencari akar masalah kelangkaan. Ia menekankan bahwa pengawasan harus diperketat agar subsidi pemerintah benar-benar tepat sasaran.
“Kita minta segera lakukan sidak di pasar, termasuk agen dan distributor, guna meminta penjelasan mengenai penyebab kelangkaan. Pengawasan terhadap distribusi elpiji 3 kg harus diperketat agar subsidi pemerintah benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak menerima,” pungkasnya.









