ANTERONESIA.ID, Gorontalo Utara– Guna memperkuat tradisi intelektual dan merefleksikan arah gerakan mahasiswa, Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Gorontalo Utara menyelenggarakan Dialog Pergerakan. Kegiatan yang menghadirkan narasumber dari para alumni yang kini berkiprah di berbagai lembaga strategis daerah. Minggu, 7/9/2025.
Dialog ini menjadi bukti nyata keberlanjutan kaderisasi PMII dalam melahirkan generasi yang mampu berkontribusi di berbagai sektor pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Acara yang dipandu langsung oleh Titon Yasin, S.H. selaku moderator tersebut menghadirkan sejumlah pembicara kunci:
1. Muhtajim Boky, Mabainda PKC PMII Gorontalo.
2. Windy Olivia, SH.MH, Ketua PKC PMII Provinsi Gorontalo
3. Hendra Nurdin, SH.I, Ketua PC IKA PMII Gorontalo Utara.
4. Noval Katili, S.H., MH., Anggota KPU Gorut.
5. Fadli Bukoting, SH, Anggota Bawaslu Gorut.
Dalam dialog tersebut para narasumber berbagi pengalaman semasa berproses di PMII, serta menyampaikan pandangan kritis mereka mengenai dinamika demokrasi di tingkat daerah dan nasional. Inti dari diskusi menegaskan bahwa PMII tidak hanya berperan dalam mencetak kader yang militan di lingkungan kampus, tetapi lebih jauh membentuk kepribadian yang matang untuk mengawal proses demokrasi, memperjuangkan keadilan sosial, dan mendukung pembangunan daerah.
Ketua PC IKA PMII Gorontalo Utara, Hendra Nurdin, SH.I, menekankan bahwa kehadiran para alumni di berbagai posisi strategis merupakan kebanggaan bersama.
“Kehadiran para alumni di panggung diskusi ini sekaligus menjadi motivasi bagi kader muda PMII agar senantiasa menjaga idealisme, memperkuat basis intelektual, dan tetap istiqomah dalam tradisi pergerakan,” ujarnya.
Dialog ini menjadi gambaran pentingnya sinergi antara kader aktif dan alumni untuk terus memperkuat jaringan dan kontribusi nyata PMII dalam percaturan sosial kemasyarakatan.







