ANTERONESIA.ID | GORONTALO UTARA – Program unggulan Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, G2-10 Plus (Gerakan 2 Ekor Kambing dan 10 Ekor Ayam) yang semula bergaung luas hingga ke seluruh Nusantara, kini menuai tanda tanya. Hasil temuan awak media menemukan kandang percontohan program tersebut di Mini Ranch Peternakan Terpadu, Kecamatan Tomilito, dalam keadaan kosong.
Program G210 Plus merupakan program unggulan yang masuk 100 hari kerja Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu – Nurjanah Yusuf sejak dilantik, yang digagas untuk meningkatkan ketahanan pangan, swasembada, dan memperkuat ekonomi masyarakat desa. Program yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi berbasis peternakan dan kemandirian desa ini awalnya berhasil menarik perhatian publik Provinsi Gorontalo, khususnya Gorontalo Utara. Berbagai pihak mulai dari investor, anggota DPRD provinsi dan kabupaten, hingga aparatur sipil negara (ASN) di Gorontalo Utara ikut terpanggil dan terlibat mendukung program tersebut.
Mini Ranch Peternakan Terpadu yang terletak di Kecamatan Tomilito ditetapkan sebagai tempat markas G2-10 Plus. Di lokasi tersebut, ayam dan kambing yang menjadi sumbangsih dari berbagai pihak dipelihara. Berdasarkan data yang diterima, terdapat kurang lebih 50 ekor ayam dan 38 ekor kambing hasil bantuan berbagai pihak yang dipelihara di kandang percontohan tersebut. Pengelolaan Mini Ranch Peternakan Terpadu diketahui dilakukan oleh BUMDes Bersama (BUMDesma) Kecamatan Tomilito.
Namun, hasil temuan awak media di lokasi kandang percontohan menemukan bahwa Mini Ranch tersebut dalam keadaan kosong. Hal ini menimbulkan tanda tanya, keberadaan ayam dan kambing yang seharusnya dipelihara. Berdasarkan informasi dari sumber terpercaya, diduga kuat ternak-ternak tersebut telah diperjualbelikan untuk kepentingan pribadi.
Menanggapi temuan ini, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) Kabupaten Gorontalo Utara, Rusli G. Akase, menegaskan bahwa pengelolaan Mini Ranch Peternakan Terpadu sepenuhnya menjadi tanggung jawab BUMDesma Kecamatan Tomilito yang diketuai oleh Amir Ismail, dengan dewan pembina adalah Camat Tomilito. Rusli menjelaskan bahwa dinasnya hanya berkaitan dengan kesehatan hewan.
“Manajemen pengelolaan awalnya di kita OPD teknis, namun karena berlawanan dengan regulasi, maka G2-10 Plus untuk pengelolaan ini diserahkan ke BUMDesma. Jadi itu tanggung jawab mereka,” jelas Rusli saat diwawancarai di ruang kerjanya.
Terkait hilangnya ayam dan kambing tersebut, Rusli mengaku berdasarkan laporan dari BUMDesma bahwa ayam diserang penyakit.
“Untuk ayam, menurut laporan mereka diserang penyakit, sehingga banyak yang mati. Untuk kambing memang ada yang mati, dan kita (Keswan) sudah melakukan operasi terhadap kambing untuk mengetahui penyebab kematian. Itu pun yang mati adalah anakan kambing,” pungkasnya.
Tempat terpisah, Direktur BUMDesma Tomilito, Amir Ismail, membenarkan bahwa Markas G2-10 Plus saat ini dalam kondisi kosong. Ia menjelaskan, berkurangnya jumlah ternak disebabkan oleh serangan penyakit.
“Jumlah ayam saat ini sisa 5 ekor, 45 ekor diserang penyakit jadi mati massal dari jumlah 50 ekor. Sementara kambing sebelumnya 38 ekor, sisanya 15 ekor. Saat teman-teman temukan kambing hanya 4 ekor didalam kandang karena lain dilepas di sekitar.” ujar Amir saat dikonfirmasi awak media.
Amir menegaskan, kondisi terkini ternak di Mini Ranch yang menjadi tanggung jawab pihaknya telah dilaporkan secara lengkap ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait.
“Semua itu kami tuangkan dalam laporan, dan itu sudah kami serahkan ke Dinas Peternakan dan Bupati,” pungkasnya.







