ANTERONESIA.ID GORUT – Anggota Babinsa Koramil 1314-03/Sumalata bersama masyarakat Desa Kikia melaksanakan kegiatan gotong royong membangun jembatan darurat di Jalan Trans Sulawesi, Desa Kikia, Kecamatan Sumalata, Gorontalo Utara (Gorut), pada Jumat (4/4).
Pembuatan jembatan darurat ini dilakukan menyusul ambruknya duiker di jalan penghubung Kabupaten Gorut dan Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.
Turut serta dalam kegiatan ini antara lain Kepala Desa Kikia, Moh. Sadri, serta anggota Babinsa Koramil 1314-03/Sumalata, yakni Koptu Ulfi Barakati, Kopda Verni Mumu, dan Pratu Syarif Abas.
Aparat desa dan warga Desa Kikia juga berpartisipasi aktif dalam pembangunan tersebut.
Jembatan darurat ini dibangun menggunakan batang kelapa dan timbunan sirtu sebagai material utama.
Berkat kerja sama antara aparat dan warga, jalur yang sebelumnya terputus kini sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Namun, arus lalu lintas masih diberlakukan sistem buka-tutup mengingat kondisi jembatan yang masih dalam tahap perbaikan lebih lanjut.
Kepala Desa Kikia, Moh. Sadri, mengapresiasi kerja sama Babinsa dan masyarakat dalam mengatasi dampak kerusakan infrastruktur ini.
“Gotong royong ini sangat membantu mempercepat akses masyarakat yang sempat terhambat akibat ambruknya duiker,” ujarnya
Dengan adanya jembatan darurat ini, diharapkan mobilitas masyarakat dan distribusi barang kembali berjalan meskipun masih dalam pengawasan.
Pemerintah setempat diharapkan segera mengambil langkah lanjutan untuk perbaikan permanen jalan penghubung antarprovinsi ini.







